Tangisan Istri yang tak Bisa Melahirkan Anak Lelaki

Tangisan Istri yang tak Bisa Melahirkan Anak Lelaki
Tangisan Istri yang tak Bisa Melahirkan Anak Lelaki. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

"Sejak menikah kami memang pingin punya dua anak saja, laki-laki dan perempuan. Tapi ternyata perempuan semua," ungkap Karin.

Setelah anak ke dua mereka berusia satu tahun, Donwori mengungkapkan ingin punya anak satu lagi. Mungkin saja laki-laki.

Namun Karin sudah capek, sebab dua kali hamil selalu bermasalah dan membikin dirinya khawatir.

"Saya sudah menolak tapi dia tetap ngeyel. Lanang wedok lak asline podo ae, lha iki bojoku pokoe jaluk lanang," ujar Karin.

Sampai akhirnya Donwori berubah sikap. Dia sering pulang malam dan tak bicara. Setelah pihak keluarga ikut turun tangan, akhirnya terkuak alasan Donwori.

"Kalau memang rejekinya diberi anak perempuan, ya mau apa lagi. Emangnya kita bisa menentukan apa?" cetus Karin.

Karin berharap, dengan adanya masukan dari hakim, Donwori bisa berubah pikiran. Sebab memang anak adalah titipan dan pemberian sang Pencipta.

Selama ini Karin juga mengaku masih cinta pada suaminya dan berharap bahtera rumah tangganya bisa tetap terjalin dengan baik. (rud/jpg/jpnn)


Wanita berusia 30 tahun itu menangis dalam pelukan ibunya. Ada kesedihan di balik tangisan perempuan yang sudah memiliki dua anak tersebut.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News