Tantangan Pemeluk Agama yang Taat di Australia Untuk Temukan Pasangan

"Inti dari aplikasi kencan adalah sistem filterisasi."
"Jadi, mengapa tidak mempercepat prosesnya dan memilih orang dengan kesamaan latar belakang?"
Namun demikian, Alexi tidak menolak kencan atau bahkan menikah dengan seorang penganut agama yang taat.
"Tergantung bagaimana pandangannya. Isu-isu ini punya nuansa, dan yang jadi masalah ketika dibicarakan di aplikasi kencan yaitu saya tidak mendapatkan nuansanya dari perspektif individual."
Batas-batas 'dilangkahi'
Seorang mahasiswi di Sydney, Sabreen Hussain, berpendapat nuansa agamanya, Islam, kerap terabaikan dalam dunia kencan.
"Islam itu agama menyeluruh, meliputi seluruh aspek kehidupan," ujar wanita berusia 21 tahun ini.
"Ia mempengaruhi apa yang kita makan, yang kita minum, hubungan intim, keuangan hingga perbankan."
"Sehingga untuk menjalin suatu hubungan, dengan harapan bisa mengesampingkan agama, tentu saja agak naif."
Orang Australia semakin enggan berpacaran dengan seseorang yang memeluk agamanya secara taat
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS
- Dunia Hari Ini: Sebuah Mobil Tabrak Festival di Kanada, 11 Orang Tewas
- Dunia Hari Ini: Siswa SMA Prancis Ditangkap Setelah Menikam Teman Sekelasnya