Target Obama Membentuk Dua Negara

Hasil Negosiasi Langsung Pemimpin Palestina dan Israel

Target Obama Membentuk Dua Negara
BERUNDING - Barack Obama bersama PM Israel Benjamin Netanyahu, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas, di Gedung Putih, Washington DC. Foto: Jim Watson/AFP/Getty Images.
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berhasil memediasi pertemuan bilateral antara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, di Gedung Putih, Washington, AS, Kamis (2/9) kemarin. Pertemuan ini merupakan babak baru pembicaraan perdamaian kedua negara Timur Tengah tersebut.

Sebab, setelah hampir dua tahun (20 bulan) negosiasi terbengkalai, Palestina dan Israel akhirnya kembali naik ke meja perundingan dan melakukan negosiasi langsung. Dalam perundingan itu, turut hadir Raja Jordania Abdullah II dan Presiden Mesir Hosni Mubarak, dua pemimpin negara Islam yang menyepakati perdamaian dengan Israel.

Dalam pernyataannya mengenai negosiasi langsung tersebut, Obama menyatakan bahwa target perundingan damai kali ini adalah terbentuknya dua negara, yakni Palestina dan Israel. Menurut Obama, selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Palestina dan Israel sebenarnya sudah saling membangun langkah penting untuk membentuk kepercayaan.

"Meski terbentur banyak halangan, kami, Pemerintah AS, beserta dengan juru runding lainnya, tidak pernah merasa putus asa akan negosiasi damai antara Palestina dan Israel," kata Obama saat berpidato kemarin. Selain itu, Presiden kulit hitam pertama AS itu mengucapkan terima kasih kepada para juru runding, termasuk Menlu AS Hillary Clinton, serta utusan khusus Obama untuk perdamaian Timur Tengah, George Mitchell.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berhasil memediasi pertemuan bilateral antara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News