JPNN.com

Taufik Rela Tinggalkan Pekerjaan di BUMN demi Awasi Putrinya

Senin, 06 Mei 2019 – 00:14 WIB Taufik Rela Tinggalkan Pekerjaan di BUMN demi Awasi Putrinya - JPNN.com

Demi putrinya, Taufik rela meninggalkan pekerjaannya di salah satu perusahaan BUMN di Sidoarjo pada 2011. Hal itu dia lakukan agar bisa 100 persen mengawasi putrinya. Apalagi, Adinda merupakan satu-satunya anak perempuan di antara tiga bersaudara.

Setiap hari Taufik mengantar Adinda mengikuti latihan di kolam renang KONI Surabaya, Kertajaya. Menurut Taufik, hal itu akan terus dia lakukan hingga putrinya sudah memiliki pendamping yang bisa menjaganya.

”Kalau dia (Adinda) berangkat sendiri kan risiko. Nanti malah belok-belok enggak ke latihan. Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab sebagai orang tua,” tutur pria asal Sidoarjo tersebut.

Tutik Kirana, ibu Adinda, juga begitu. Datang dan menyaksikan laga sang anak sekaligus bisa memberikan evaluasi. Dengan begitu, kedua orang tuanya tahu apa yang kurang dan perlu ditambahkan Adinda dalam event berikutnya.

”Misalnya, gerakannya ada yang kurang. Artinya, selain latihan, asupan nutrisinya harus diperbaiki. Gunanya orang tua memantau ya seperti itu,” tuturnya.

Tutik juga memberikan pengertian kepada putrinya untuk fokus pada karir sebagai perenang. Sebab, saat ini Adinda sedang berada dalam masa-masa keemasan. ”Ada masanya untuk bisa menikmati hasil kerja keras. Sekarang lagi bagus. Kalau melenceng sedikit, menyesalnya bisa sampai tua,” imbuhnya.

Bagi Taufik dan Tutik, jika ingin maksimal dalam suatu bidang, menjalaninya harus penuh totalitas. Bukan setengah-setengah. Karena itu, mereka tidak terlalu mempermasalahkan ketika sang anak memilih fokus di dunia yang berhasil membesarkan namanya kini.

”Sebab, pola pemikiran kami sebagai orang tua sama, yaitu kalau ingin bagus harus fokus. Kalau ingin fokus pendidikan, ya enggak usah olahraga. Kalau setengah-setengah, jadinya enggak bakal dapat apa-apa,” ujar sang ibu.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...