Temui Kader PDIP di Kuningan, Hasto Berpesan soal Citarum

Temui Kader PDIP di Kuningan, Hasto Berpesan soal Citarum
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (berpeci) dalam rapat konsolidasi yang digelar DPC PDIP Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (16/9). Foto: istimewa for JPNN.Com

jpnn.com, KUNINGAN - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto punya pesan khusus untuk masyarakat Jawa Barat. Pesannya mengenai pentingnya menjaga Sungai Citarum yang mengalir di Tatar Pasundan.

Berbicara pada rapat konsolidasi internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Sabtu (16/9), Hasto menyatakan bahwa Citarum punya peran kunci jalan dalam peradaban masyarakat Jabar. Karena itu, masyarakat Jabar harus menyelamatkan Citarum yang dalam sejarahnya menjadi urat nadi pada masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara.

“Sekarang itu sudah seperti dilupakan. Maka, kita harus punya semangat dan kesadaran bisa menyelamatkan sejarah itu," kata Hasto di hadapan kader PDIP Kabupaten Kuningan.

Selain Hasto, unsur DPP PDIP yang juga hadir pada rapat konsolidasi itu adalah Andreas H Pareira. Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin, dan Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana juga ikut hadir dalam rapat konsolidasi untuk menghadapi Pilkada Serentak 2018 itu.

Lebih lanjut Hasto menceritakan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu. Pada pertemuan itu, Hasto dan presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu sempat membicarakan upaya penyelamatan Citarum yang kini dipenuhi sampah.

Hasto menegaskan, Citarum sangat mewarnai peradaban di wilayah Jabar, kondisinya kini mengenaskan. "Dari yang dulu menjadi sumber peradaban dan budaya, sekarang Citarum menjadi penyalur dan pencemaran lingkungan, yang tentunya menjadi ancaman bagi alam raya," ujarnya.

Sementara terkait persiapan menghadapi Pilkada Serentak 2018, Hasto mengingatkan kader PDIP di Kuningan benar-benar solid. Sebab, Kuningan juga akan menggelar pilkada pada tahun depan.

“Jangan sampai ada kader yang dengan ego dan kepentingan pribadi kemudian justru merusak organisasi,” pintanya.

Sungai Citarum yang mengalir di Tatar Pasundan sangat mewarnai peradaban di wilayah Jabar. Namun, kondisinya kini mengenaskan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News