JPNN.com

Tengkorak Astrid Aprilia Ditemukan, Pihak Keluarga Malah Bilang Begini

Kamis, 23 Januari 2020 – 23:48 WIB
Tengkorak Astrid Aprilia Ditemukan, Pihak Keluarga Malah Bilang Begini - JPNN.com
Nurhayati (tengah) yang merupakan nenek Astrid Aprilia. Foto: Antarabengkulu.com

jpnn.com, REJANG LEBONG - Tengkorak Astrid Aprilia, 15, pelajar SMA Negeri 2 Rejang Lebong, Bengkulu yang dinyatakan hilang 8 November 2019 lalu telah ditemukan pihak kepolisian. Pelaku pembunuhan berinisial YA, 32, sopir angkot langganan korban juga sudah ditangkap.

Namun, pihak keluarga korban belum menyakini tengkorak kepala yang ditemukan polisi Selasa (22/1) kemarin adalah yang bersangkutan.

"Nenek belum yakin, kalau sudah ada aslinya nenek baru yakin, mudah-mudahan bukan Astrid," ujar Nurhayati (65), nenek korban yang selama ini mengasuh dan membesarkan korban saat ditemui di rumah bedengan Gang Palm, RT 8 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur, Kamis.

Pihak keluarganya kata Nurhayati, belum mempercayai bahwa tengkorak yang ditemukan polisi sehari sebelumnya adalah Astrid karena hasil tes DNA dari kepolisian belum keluar, apalagi pihak kepolisian sudah mengambil sampel dari ayah Astrid yang bernama Heri Maiprianto dan saudara dari ibu kandung Astrid yang bernama Yenita.

Perasaan tidak yakin korban sudah meninggal ini dinilai nya setelah melihat kondisi tengkorak kepala manusia yang ditemukan petugas itu karena rambut pada tengkorak itu sudah lapuk atau rapuh, sedangkan cucunya itu baru hilang dua bulan lalu sehingga jika itu benar korban mestinya rambutnya masih utuh.

Selain itu, pihak keluarganya juga ragu terhadap bentuk tengkorak manusia yang ditemukan ini lantaran seluruh gigi tengkoraknya sudah rontok dan tinggal gigi graham baik kiri maupun kanan yang belum lepas, serta bentuk rahangnya juga besar sehingga diperkirakan orangnya laki-laki besar dan tengkoraknya sudah lama.

Nurhayati yang merupakan janda ini sehari-harinya tinggal bersama dengan cucunya itu (Astrid) sejak masih bayi karena kedua orangtuanya bercerai. Dalam kesehariannya, Astrid merupakan anak yang pendiam dan hanya berbicara seperlunya saja.

Beberapa hari sebelum hilang, dirinya sempat melihat firasat tidak baik terhadap cucunya itu karena saat berada di rumah kerap melamun dan saat ditanya sedang tidak enak badan. Kemudian pada malam Jumat atau malam sebelum Astrid hilang dirinya diliputi perasan takut kehilangan Astrid sehingga pada malam itu dirinya memeluk dan menciumi cucunya itu.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
budi