Tepuk Tangan untuk The Raid 2

World Premiere di Sundance Film Festival

Tepuk Tangan untuk The Raid 2
The Raid 2: Berandal. Foto: thisisinfamous.com

jpnn.com - UTAH - Film The Raid 2: Berandal world premiere di Sundance Film Festival 2014, Salt Lake City, Utah, AS, Selasa malam waktu setempat (kemarin pagi).

 

Itu menjadi salah satu film yang ditunggu di sana. Begitu selesai diputar, respons penonton, kritikus film, dan juga media sangat positif. Mereka melakukan standing ovation. Banyak yang memuji film besutan sutradara Gareth Evans itu.
 
Tim The Raid yang saat ini berada di AS adalah Gareth dan para pemainnya, antara lain, Iko Uwais, Yayan Ruhian, Julie Estelle, Arifin Putra, dan Oka Antara. Film tersebut ditayangkan di Eccles Theater.
 
Beberapa insiden kecil mewarnai pemutaran film itu. Salah satunya, ketika panitia memunculkan jadwal secret screening pada jam yang sama dengan pemutaran The Raid 2: Berandal.

Seperti yang dilansir Huffington Post, banyak orang yang tergoda untuk melihat film apa yang diputar di "pemutaran rahasia" tersebut. Sebagian orang sudah memesan tiket The Raid dan yang telah masuk ke teater akhirnya meninggalkan kursi, memilih menonton world premiere film yang ternyata adalah drama seks kontroversial Nymphomaniac: Volume 1. Kursi pun menjadi kosong sekitar 25 persen dari kapasitas.
 
Tak hanya itu. Di tengah pemutaran film, ada seorang penonton yang jatuh pingsan. Film pun dihentikan sejenak selama beberapa menit. Hingga kondisi penonton pria berusia 30 tahunan yang tampak kelelahan itu membaik, film diputar lagi.

Dengan sejumlah hal yang terjadi itu, pesona The Raid 2 sebagai salah satu most anticipated movie di Sundance tidak berkurang.
 
Acara berlangsung heboh. Bahkan, para penonton beberapa kali bertepuk tangan serentak. "Film ini memberikan adegan perkelahian, dengan koreografi hand-to-hand apik yang pernah saya lihat. Itu membuat kami bertepuk tangan. Paling tidak, empat kali selama film," tulis Huffington Post.
 
Dalam ulasannya, di film pertama, The Raid: Redemption kritik yang diberikan adalah tidak adanya pengembangan karakter yang cukup. "Tapi, di sekuel kali ini hal tersebut telah dipenuhi dengan baik. Telihat sekali bagaimana sutradara bekerja keras untuk melakukan pengembangan dengan menambah beberapa karakter," ulas Huffington Post.
 
Gareth ketika diwawancarai The Salt Lake Tribunne menjelaskan, sekuel film The Raid sangat berbeda dengan film pertama. Di film pertama, cerita berkutat di satu gedung dengan melakukan penyerbuan dari tingkat dasar ke tingkat atas. Sedangkan di film yang baru, dia menggunakan banyak lokasi dan ceritanya pun semakin kompleks.

"Ini lebih besar daripada sebelumnya. Kami mengambil banyak lokasi dan semua eksentrik. Saya sangat senang kami bisa melakukan itu," jelas dia.
 
Memang, ketika mengerjakan film itu, mereka memiliki misi bahwa tidak ingin membuat film yang sama kali kedua. Ketika mengerjakan film lagi, itu berarti harus lebih baik dan lingkupnya lebih besar.

Gareth dan tim kemarin melakukan wawancara promo di 12 radio di Indonesia. Dia menceritakan bagaimana respons penonton. "Luar biasa, responsnya bagus. Overwhelming, blown away," kata Gareth.
 
Sementara itu, Iko dan pemain yang lain langsung sibuk dengan jadwal-jadwal interview. "Tadi sebelum premiere sudah interview. Besok harus interview lagi, lebih banyak daripada hari ini kayaknya," kata suami penyanyi Audy itu. The Raid 2: Berandal rilis di Indonesia secara serentak pada 28 Maret mendatang. (jan/c4/ayi)


UTAH - Film The Raid 2: Berandal world premiere di Sundance Film Festival 2014, Salt Lake City, Utah, AS, Selasa malam waktu setempat (kemarin pagi).


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News