Terancam Dijatuhkan, Gus Dur Bela Pancasila dan Pluralisme

Terancam Dijatuhkan, Gus Dur Bela Pancasila dan Pluralisme
Terancam Dijatuhkan, Gus Dur Bela Pancasila dan Pluralisme

jpnn.com - JAKARTA - Sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sangat teguh dalam memegang prinsip Pancasila dan pluralisme, termasuk pada saat jabatannya sebagai presiden sedang terancam untuk dijatuhkan.

 

Demikian pandangan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh. Mahfud MD ketika menjadi pembicara  dalam diskusi pemikiran Gus Dur bertajuk Demokrasi dan Pluralisme di Gedung PB NU, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).

"Saya lebih baik mundur sebagai Presiden daripada melakukantindakan-tindakan yang melanggar Pancasila, melanggar azas pluralisme," kata Mahfud saat menirukan kata-kata Gus Dur.

Mahfud bercerita, saat menjelang lengsernya Gus Dur sebagai presiden pada 2001, ada sejumlah orang yang menghubungi Mahfud, meminta untuk menemui Gus Dur. Atas permintaan tersebut, Gus Dur bersedia untuk menemui mereka.  

Ketika pertemuan tersebut akan dilangsungkan, Mahfud menanyakan terlebih dahulu perihal kepentingan yang ingin mereka sampaikan dalam pertemuan dengan Gus Dur. Sejumlah orang tersebut mengatakan ingin membantu menyelamatkan Gus Dur dari "kejatuhan".

"Mereka mengatakan, Gus Dur nggak mungkin diselamatkan, tapi kami bisa menyelamatkan Gus Dur dari kejatuhan. Syaratnya satu, agar dia mengeluarkan Dekrit Presiden, ubah Indonesia menjadi negara Islam," kata Mahfud.    

Mahfud mengatakan andaikan Gus Dur ketika itu mau menerima saran tersebut maka puluhan juta umat Islam akan datang ke Jakarta untuk menjaga Istana Negara, dan mengepung Gedung DPR yang ketika itu para anggota dewan sangat menginginkan Gus Dur lengser dari kursi kepresidenan.

JAKARTA - Sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sangat teguh dalam memegang prinsip Pancasila dan pluralisme, termasuk pada saat jabatannya sebagai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News