Rabu, 22 Mei 2019 – 10:42 WIB

Terduga Pelaku Mutilasi Malang Tinggalkan Namanya di Kaki Korban

Rabu, 15 Mei 2019 – 22:50 WIB
Terduga Pelaku Mutilasi Malang Tinggalkan Namanya di Kaki Korban - JPNN.COM

jpnn.com, MALANG - Terduga pelaku mutilasi Pasar Besar Malang, Sugeng (49) mencacah korbannya menjadi enam bagian. Sugeng meninggalkan jejak tato di telapak kaki korban menggunakan jarum mencocok yang biasa dipakai tukang sol sepatu.

“Tato itu dibuat setelah korban meninggal dengan alat seperti jarum sol sepatu. Setelah itu dia tindih tulisan tersebut menggunakan tinta bolpoin,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri usai melakukan pemeriksaan terhadap Sugeng, Rabu (15/5) malam.

Tato tersebut dia buat di kedua kaki korban. Sebelah kanan bertuliskan nama Sugeng dan sebelah kiri bertuliskan ‘Wahyu yang kuterima dari gereja comboran ketemu tukang kasus sama kerabatnya’.

Untuk mendalami ini, Asfuri menyatakan akan mengundang psikiater dan dokter untuk memeriksa kondisi kejiwaan Sugeng. Selain itu kedatangan dokter juga untuk membantu memeriksa dan mengenali korban yang sampai saat ini belum teridentifikasi.

Sebelumnya, sore hari Sugeng diringkus pihak kepolisian di kawasan Pembakaran Mayat Gotong Royong, Jalan Martadinata. Pria yang sehari-hari hanya kerja serabutan ini awalnya tertidur pulas tak jauh dari lokasi tempat berhentinya K-9 (anjing pelacak) melakukan pengendusan. Awalnya polisi tidak menaruh curiga karena saat anjing tersebut berhenti, belum ada orang.

(Baca Juga: Pelaku Mutilasi Malang Mengaku Memotong Pakai Gunting Atas Permintaan Korban)

“Nah setelah anjing kami bawa pulang, dari anggota kami ada yang kembali ke sana menemukan pria tidur. Pihak kami coba memanggilnya dengan nama Sugeng. Eh kok nyaut, langsung kami bawa ke kantor,” cerita Asfuri.

Sementara ini terduga pelaku masih satu orang dan sedang dilakukan pengembangan kasusnya. Kabar terbaru, polisi telah membuat sketsa wajah korban yang telah diakui Sugeng benar adalah korban yang dia habisi. (rida ayu/radarmalang)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar