Selasa, 24 Oktober 2017 – 02:07 WIB

Terduga Teroris di Australia Bisa Ditahan 2 Minggu Tanpa Tuduhan

Kamis, 05 Oktober 2017 – 18:00 WIB
Terduga Teroris di Australia Bisa Ditahan 2 Minggu Tanpa Tuduhan - JPNN.COM

Para tersangka terorisme semuda 14 tahun akan bisa ditahan hingga dua minggu tanpa tuduhan berdasarkan kesepakatan baru yang berlaku di negara bagian dan teritori Australia.

Setelah bertemu dengan Perdana Menteri pada hari Kamis (5/10/2017), negara bagian dan teritori di Australia menyetujui adanya sejumlah upaya anti-terorisme ekstra, yang juga mencakup pembuatan foto SIM yang tersedia secara aktual untuk membantu mengidentifikasi terduga terorisme dengan cepat.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan, jika anak-anak ditahan di bawah peraturan baru itu, akan ada perlindungan untuk mereka, salah satunya adalah kehadiran orang dewasa.

"Sayangnya anak di bawah umur juga dimanipulasi," kata Menteri Utama New South Wales (NSW), Gladys Berejiklian.

"Kami perlu memastikan bahwa kami mengambil setiap langkah yang kami bisa untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan.”

"Tentu saja, jika Anda tak memiliki aturan baru ini dan jika terduga dilepaskan mereka lalu bisa pergi dan menghancurkan barang bukti, atau bahkan lebih buruk lagi, mereka bisa pergi dan meledakkan materi apapun yang mungkin mereka punya, jadi Anda harus melakukan tindakan pencegahan yang tepat," kata Politisi Partai Buruh dari Australia Barat (WA), Mark McGowan.

"Kami berurusan dengan kebebasan sipil teroris dan saya tak terlalu peduli dengan kebebasan sipil teroris atau terduga teroris, jadi saya pikir ini adalah tindakan pengamanan atau tindakan pencegahan yang sesuai."

PM Turnbull mengatakan, menambahkan foto SIM ke database nasional akan membantu polisi mengidentifikasi para penjahat dan teroris dengan lebih cepat.

"Ini benar-benar memanfaatkan sumber daya yang telah diakses selama bertahun-tahun, dan membuatnya tersedia pada abad ke-21," sebutnya.

"Saya pikir kebanyakan warga Australia menganggap hal itu telah diakses dengan cara ini sekarang tapi nyatanya belum."

Ia menjelaskan, langkah itu akan memungkinkan polisi dan petugas keamanan untuk memberikan "tingkat perlindungan yang lebih baik" dengan mampu mengidentifikasi orang-orang yang mengkhawatirkan, orang-orang yang dicurigai melakukan pelanggaran teroris atau plot teroris, secara aktual.

Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews, mengatakan bahwa beberapa kebebasan sipil akan dibatasi.
Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews, mengatakan bahwa beberapa kebebasan sipil akan dibatasi.

ABC News: Iskhandar Razak

Langkah baru bukan pengawasan massal

PM Turnbull membantah bahwa langkah baru itu serupa pengawasan massal dan Menteri Kehakiman Austalia, Michael Keenan, mengatakan bahwa mesin baru tersebut tidak akan memindai wajah semua orang secara otomatis.

Menteri Utama Queensland, Annastacia Palaszczuk, mengatakan bahwa ia berharap sistem baru ini akan siap saat gelaran olahraga Commonwealth Games di Gold Coast dilaksanakan pada bulan April tahun depan.

"Saya ingin mereka aman dan selamat. Saya tahu agensi kami bekerja sangat kolektif untuk memastikan hal itu akan terjadi, namun terkait dengan lisensi pengemudi," ujarnya.

Keputusan yang diambil pada pertemuan para pemimpin negara bagian, teritori dan federal Australia hari Kamis (5/10/2017) ini akan berarti bahwa kebebasan sipil beberapa orang juga akan dibatasi, kata Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews.

"Pertimbangan kebebasan sipil tidak mengalahkan ancaman yang sangat nyata, ancaman teror yang sangat nyata di negara kita saat ini," kata politisi Partai Buruh itu.

Pertemuan pada hari Kamis (5/10/2017) itu juga memutuskan untuk memperpanjang peringatan telepon kepada orang-orang di dekat insiden terorisme, dengan cara yang sama ketika pihak berwenang menghubungi orang-orang di dekat bencana alam, yang berlaku saat ini.

Sistem ini telah digunakan sejak tahun 2009 untuk memeringatkan masyarakat tentang kebakaran semak, banjir atau angin topan.

Sekarang, sistem itu akan tersedia untuk mengirim informasi penting kepada orang-orang di dekat sebuah insiden keamanan nasional.

Perdana Menteri dan para pemimpin negara bagian dan teritori juga menyetujui adanya aturan baru yang menjadikan tindakan pemalsuan terorisme dan kepemilikan materi instruksi untuk melakukan tindakan teroris sebagai sebuah kejahatan.

"Misalnya, bagaimana membuat bom, itu akan menjadi pelanggaran yang sangat serius, seharusnya memang seperti itu," kata PM Turnbull.

Gladys Berejiklian mendukung rencana penggunaan foto SIM untuk pengenalan wajah.
Gladys Berejiklian mendukung rencana penggunaan foto SIM untuk pengenalan wajah.

Twitter: Gladys Berejiklian

Di mana batasannya?

Fergus Hanson, yang mengepalai Pusat Kebijakan Cyber di Institut Kebijakan Strategis Australia, mengatakan bahwa sulit untuk menilai kejahatan atau ancaman mana yang menjamin penggunaan pengenal wajah dan ia memeringatkan adanya potensi kekeliruan di mana pelanggaran ekstra ditambahkan secara bertahap.

"Sangat sulit untuk menentukan batasnya jadi saya pikir kebanyakan warga Australia setuju bahwa menggunakan pengenalan wajah untuk melacak teroris adalah ide bagus," kata Hanson.

"Orang mungkin mengatakan bahwa menggunakan alat itu untuk melacak pembunuh adalah ide bagus, tapi bagaimana dengan orang-orang yang belum membayar denda parkir mereka."

Andrews menolak kekhawatiran tentang perlindungan kebebasan pribadi sebagai sesuatu yang tak bisa diupayakan para pemimpin.

"Akan ada orang di luar sana yang berbicara tentang kebebasan sipil sekarang ini, mereka akan berbicara tentang perubahan kecil yang memicu perombakan besar-besaran dan hal-hal semacam ini, sejujurnya, pembicaraan itu ... adalah kemewahan yang mungkin tersedia bagi mereka. Ini tidak tersedia bagi para pemimpin politik di negara ini," kata Andrews.

Berejiklian juga mengesampingkan kekhawatiran bahwa database foto SIM bisa lebih rentan diretas.

"Saya pikir melindungi masyarakat adalah kekhawatiran yang lebih tepat," sebutnya.

Menteri Utama Queensland, Annastacia Palaszczuk, mengungkapkan keyakinannya bahwa masyarakat di negara bagiannya siap menerima penggunaan teknologi tersebut, termasuk di acara Commonwealth Games tahun depan di Gold Coast.

"Ini tentang menghentikan prospek terorisme dan memastikan ribuan orang selamat di gelaran olahraga itu," kata Palaszczuk.

"Saya mendukung tindakan apapun yang diperlukan - pengawasan, keamanan tambahan."

Para pemimpin negara bagian dan teritori Australia juga berpendapat bahwa mereka tidak ingin diekspos karena telah melupakan atau mengabaikan peringatan jika teroris berhasil menyerang.

"Apa yang akan saya khawatirkan adalah jika kami, mudah-mudahan tidak, mengalami serangan teroris lainnya di negara ini dan jelas bahwa kami memiliki teknologi yang tersedia -peralatan dan kewenangan serta undang-undang dan sumber daya yang tersedia -dan kami mengacuhkannya karena keprihatinan tentang kebebasan sipil, mengabaikan sesuatu jika teroris menyerang," kata Andrews.

Menteri Utama WA, Mark McGowan, berpendapat bahwa penting bagi semua yurisdiksi di seluruh Australia untuk memiliki pendekatan nasional.

"Orang-orang yang terlibat dalam terorisme mungkin tidak mengenali batas negara bagian, dan sementara beberapa kota di Australia memiliki masalah yang lebih besar daripada yang lain, tentu saja kami tidak ingin melihat orang-orang yang memiliki kecenderungan teroris berpikir bahwa mereka bisa pergi ke tempat lain di mana mungkin ada pendekatan yang lebih ringan atau kurang waspada," kata McGowan.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar