TERLALU! Pengusaha Katering Super-Perhitungan, Keluarga pun Harus Bayar Kalau Makan

TERLALU! Pengusaha Katering Super-Perhitungan, Keluarga pun Harus Bayar Kalau Makan
Ilustrasi: radar surabaya

jpnn.com - SETIAP pengusaha yang sukses pasti menerapkan prinsip kehati-hatian dan perhitungan yang ketat. Namun, jangan seperti pengusaha katering asal Kertajaya, Surabaya yang satu ini. Sebagai pengusaha, Sephia, 48, bisa dikatakan keterlaluan juga menghitung setiap menu yang dikonsumsi oleh keluarganya. Bahkan, keluarganya sendiri harus membayar jika menyantap masakan kateringnya.

 Sephia memulai bisnis kateringnya sejak delapan tahun lalu. Kini usaha dirintisnya sudah menuai kesuksesan. 

Sudah banyak orang dan tetangganya sendiri yang jadi pelanggan. Bukan hanya untuk acara kecil-kecilan seperti arisan keluarga atau sekadar kumpul-kumpul, bisnisnya mulai merambah ke acara jamuan yang lebih luas. Misalnya resepsi pernikahan, gathering instansi swasta hingga pemerintahan. 

Pelanggannya pun tidak lagi hanya dari seputar Surabaya, tapi merambah ke Gresik, Sidoarjo bahkan Mojokerto.

Maklum, bakat Sephia dalam masak-memasak sudah turun-temurun. Bahkan setiap ada lomba memasak, Sephia selalu meraih juara. Cuma, dia tidak mau ikut kontes masak-memasak seperti The Master atau lainnya. 

“Enakan masak di rumah (tidak ikut The Master, Red). Untungnya lebih besar,” ungkap Sephia ketika ditemui di sela-sela sidang talak cerainya di Pengadilan Agama Surabaya Jalan Ketintang Madya, kemarin (5/11). 

Meski demikian, Sephia terus mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya di dapur. Dia sudah mahir membuat menu masakan ala nusantara, western, Asia dan lainnya. Tak hanya itu, bisnis kateringnya juga kian moncer karena menu masakannya tak pernah mengecewakan pelanggan.

Namun di balik itu, kesuksesan bisnis katering Sephia yang telah mendatangkan pundi-pundi uang ke sakunya juga karena dirinya benar-benar melakukan perhitungan porsi menu yang ketat. Dia tak pernah masak dengan porsi berlebihan yang menurutnya justru akan memboroskan pengeluaran. 

SETIAP pengusaha yang sukses pasti menerapkan prinsip kehati-hatian dan perhitungan yang ketat. Namun, jangan seperti pengusaha katering asal Kertajaya,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News