Teror Tak Henti Jelang Pemilu di Iraq

Teror Tak Henti Jelang Pemilu di Iraq
Teror Tak Henti Jelang Pemilu di Iraq

BAGHDAD - Angka kematian karena serangan militan seiring dengan pemilihan parlemen pekan depan di Iraq semakin meningkat. Terkini, ada 33 jiwa yang melayang lantaran serangan yang sebagian besar berupa bom tersebut.

   

Pada Jumat (25/4), sebuah grup militan Sunni melancarkan serangan di tengah kampanye pemilihan umum (pemilu) parlemen yang berlangsung pada Rabu mendatang (30/4). Pemilihan tersebut menjadi pemilihan kali pertama sejak tentara Amerika Serikat menarik diri dari Iraq pada akhir 2011.

   

Kemarin (26/4) tiga bom kembali meledak saat blok Sadiqun, sayap politik militan Asaib Ahl Al Haq (Liga Kebenaran, Red), berkampanye di timur Baghdad, Iraq. Dalam insiden itu, 33 orang meninggal dan 100 orang lainnya terluka. "Kejadiannya berlangsung sangat cepat. Setelah sebuah mobil meledak, ada ledakan lain. Korban bergelimpangan di mana-mana," ujar seorang saksi.

   

Saksi itu menjelaskan, pemimpin Asaib Ahl Al Haq, Sheik Qais Khazaali, baru saja selesai berorasi. Intinya, dia menuduh politisi membayarkan aksi terorisme. "Kami siap. Kami membela negeri ini dan kalian (para teroris, Red) tidak akan menjangkau kami," kata Qais dalam orasinya.

   

BAGHDAD - Angka kematian karena serangan militan seiring dengan pemilihan parlemen pekan depan di Iraq semakin meningkat. Terkini, ada 33 jiwa yang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News