Sabtu, 22 September 2018 – 06:19 WIB

TGB Sepertinya Sadar di Demokrat Hanya Jadi Pajangan

Kamis, 12 Juli 2018 – 23:07 WIB
TGB Sepertinya Sadar di Demokrat Hanya Jadi Pajangan - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Ari Junaedi menilai langkah politik Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) M Zainul Majdi memilih mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 didasari realitas politik objektif dan pandangan jernih yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu. Ari mengatakan, TGB tentu sudah melakukan roadshow ke berbagai daerah dan melihat popularitas dan elektabilitas anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) itu meningkat.

Hanya saja, TGB tentu tak akan bisa menjadi calon presiden (capres) ataupun calon wakil presiden (cawapres) dari partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.  "TGB sepertinya juga sadar, posisinya di Demokrat terkesan hanya menjadi pajangan politik belaka, karena tidak mungkin ada kader Demokrat selain AHY (Agus Harimurti Yudhoyono, red) yang direstui SBY untuk menjadi capres atau cawapres," ujar Ari kepada JPNN, Kamis (12/7).

Namun, pengajar di Universitas Indonesia ini belum bisa memprediksi apakah nantinya TGB bakal menjadi cawapres yang akan mendampingi Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, posisi cawapres bagi Jokowi juga akan sangat terganung pada kompromi semua partai politik pendukung mantan gubernur DKI itu.

Namun, Ari meyakini Jokowi dan TGB punya hubungan yang cukup dekat. Bahkan, kata Ari, ada chemistry antara kedua tokoh itu termasuk dalam memacu pembangunan di NTB.

"Masih ingat dengan vlog yang dibuat Jokowi bersama TGB saat peresmian kawasan pariwisata Mandalika ? Sejak momentum itulah saya melihat ada chemistry di antara dua tokoh anak bangsa ini. Bergabungnya TGB akan semakin melambungkan nama Jokowi di kalangan umat," katanya.

Ari juga menyebut TGB merupakan representasi dari kekuatan Islam dan mempunyai basis massa Islam di NTB serta representasi dari alumni Al Azhar. "Intinya, dengan bergabungnya TGB semakin mengokohkan dukungan terhadap Jokowi dari umat Islam," pungkas Ari.(gir/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar