Tiga Bom, Dua Bandara, Satu Stasiun Kereta

Tiga Bom, Dua Bandara, Satu Stasiun Kereta
Polisi Inggris berjaga di London CIty Airport setelah sebuah paket bom ditemukan di lokasi tersebut. Foto: PA

jpnn.com, LONDON - Otoritas Inggris dibuat pusing setelah penemuan tiga paket bom di tempat berbeda Selasa lalu (5/3). Alat peledak yang dibungkus amplop putih ukuran A4 itu dikirim ke dua bandara dan satu stasiun kereta di wilayah ibu kota.

Insiden itu dimulai dari penemuan paket bom di Compass Centre, Bandara Heathrow, pukul 09.55 waktu setempat. Bom kedua ditemukan di ruang surat dua jam kemudian. Peledak di City Aviation House di Bandara London City ditemukan tak lama setelah itu.

"Unit Kontraterorisme Kepolisian Metropolitan sedang mencari hubungan di antara ketiga insiden. Kami terbuka kepada semua kemungkinan," ujar kepolisian dalam pernyataan resmi sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Polisi Temukan 4 Bom Lontong saat Sisir Lokasi Persembunyian Ali Kalora Cs

Salah satu sumber The Guardian mengatakan, alamat tercantum dalam kolom pengirim paket itu berasal dari Republik Irlandia. Lebih tepatnya, operator bus asal Dublin, Bus Eireann. Namun, perusahaan tersebut membantah keterlibatan terkait aksi tersebut.

"Kami tidak mengetahui hal tersebut dan tidak ingin berkomentar lebih lanjut," ujar Jubir Bus Eireann.

Ahli keamanan Irlandia mengatakan bahwa kelompok pemberontak Irlandia berada di balik serangan itu. Mereka adalah pelaku serangan paket bom di Inggris dan Negara Bagian Irlandia Utara pada 2013. Namun, kepolisian tak mau langsung mengambil kesimpulan.

Hal itu jelas membuat penduduk London makin resah. Sore harinya, Stasiun King Cross St Pancras sempat ditutup. Rupanya, salah satu alarm kebakaran menyala di stasiun kereta bawah tanah paling ramai di Inggris itu. Alhasil, operator menutup fasilitas tersebut selama setengah jam. (bil/c4/dos)


Otoritas Inggris dibuat pusing setelah penemuan tiga paket bom di tempat berbeda Selasa lalu (5/3).


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News