Tiga Dimensi Anies

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Tiga Dimensi Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Ryana Aryadita Umasugi/JPNN.com

jpnn.com - Suatu masa ketika gagasan menjadi penting. Ketika kita hidup dengan kesibukan kerja, kerja, kerja.

Membangun segala yang bersifat fisik, mulai dari jalan tol, pelabuhan, bandara, waduk, pabrik-pabrik untuk segala macam industri, sampai membangun ibu kota baru. 

Kita menjadi lupa bahwa ada yang tidak kalah penting ketimbang sekadar membangun. 

Kita menjadi lupa bahwa gagasan sangatlah penting, karena gagasan memberi kelengkapan kepada dimensi manusia. 

Manusia bukan sekadar bentuk fisik, tetapi manusia juga punya unsur materi, spritualitas, gagasan, ide-ide.

Semua perubahan besar yang terjadi di dunia, semua perubahan yang kita alami sebagai bangsa, adalah hasil dari sebuah gagasan. 

Bermula dari seseorang, atau sekelompok kecil orang, lalu pelan dan pasti merambat ke banyak orang, dan kemudian menjadi sebuah gerakan besar yang masif yang membawa kepada perubahan besar, sebuah kemerdekaan.

Indonesia adalah sebuah gagasan. Indonesia bukan sekadar sebuah wilayah dengan batas geografis, dengan penduduk, dan dengan pemerintahan, sebagaimana yang kita fahami mengenai definisi sebuah negara.

Anies ialah perpaduan antara man of ideas dan man of action, manusia gagasan dan manusia kerja.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News