Tiga Tuntutan FSPMI Saat Momentum Peringatan Hari Buruh Internasional

Tiga Tuntutan FSPMI Saat Momentum Peringatan Hari Buruh Internasional
Ilustrasi - Pekerja perempuan yang tergabung dalam FSPMI- KSPI melakukan aksi di depan kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Foto: ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
FSPMI menginstruksikan seluruh anggotanya untuk mengirim WA ke Ketua DPR RI, para Wakil Ketua, Ketua Baleg, dan Fraksi DPR RI berupa #Batalkan Omnibuslaw #Tunda pembahasannya, fokus lawan Covid19.

“Cukup efektif, dengan bukti Ketua Baleg dan para wakil DPR RI merespon dengan cara mereka menulis di Tweet dan IGnya bahwa aksi terbesar para buruh melalui medsos baru kali ini, hebat, solid!," kata Riden.

Aksi peringatan hari buruh internasional melalui media sosial telah dimulai sejak pukul 04.00 WIB, buruh kembali akan menyuarakan tuntutannya melalui media sosial pada pukul 10.00 WIB dan 12.00 WIB.

Terkait tuntutan buruh, salah satunya terkait PHK, FSPMI menerima laporan ratusan buruh di PHK selama masa pandemi COVID-19, begitu juga dengan buruh yang di rumahkan.

Secara nasional jumlah buruh anggota FSPMI yang di-PHK tercatat sebanyak 507 orang dan yang dirumahkan sebanyak 20 orang serta diputus kontrak sebanyak 14 orang.

“Ke depan diperkirakan akan bertambah kecenderungannya," kata Riden.(Antara/JPNN)

Memperingati Hari Buruh Internasional, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menyampaikan tiga tuntutannya melalui aksi yang dilakukan secara virtual lewat media sosial, Jumat (1/5/2020).


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News