Tiket Kaltim Air Dinilai Mahal

Faroek Tantang Bupati/Wali Kota Beli Pesawat

Tiket Kaltim Air Dinilai Mahal
Tiket Kaltim Air Dinilai Mahal
SAMARINDA-Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menantang bupati dan wali kota di Kaltim untuk menganggarkan dana pembelian pesawat perintis. Ia membayangkan bila tiap kabupaten/kota memiliki pesawat grand caravan, seperti milik Kaltim Air atau Susi Air, maka terdapat 14 pesawat yang bisa digunakan untuk menghubungkan seluruh wilayah di Kaltim. Tantangan ini dikatakan Faroek karena pro-kontra pengoperasian Kaltim Air yang terus bergulir.

"Kalau DPRD Kaltim masih ragu, saya minta bupati tidak ragu. Saya bangun Kaltim Air dan saya maju terus. Kita butuh jembatan udara," katanya.

Faroek bisa jadi berang. Kaltim Air yang di-launching 17 Agustus lalu disebut-sebut terganjal izin Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Karena jasa penerbangan ini hanya memiliki tiga pesawat, belum cukup syarat mendirikan sebuah maskapai. Di samping aturan pendirian maskapai yang terbilang sulit. Menurut informasi, izin Kaltim Airlines membonceng di maskapai Premi Air, pesawat sewaan milik penerbangan tidak berjadwal.

"Perlu berapa duit beli pesawat? Saya pikir Rp 60 miliar untuk pesawat seperti yang dimiliki Susi Air cukup. Belum lagi saudagar-saudagar kita yang bisa membantu," katanya.

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menantang bupati dan wali kota di Kaltim untuk menganggarkan dana pembelian pesawat perintis. Ia membayangkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News