Tim Jokowi-JK Selidiki Kejanggalan Tambahan Pemilih

Tim Jokowi-JK Selidiki Kejanggalan Tambahan Pemilih
Tim Jokowi-JK Selidiki Kejanggalan Tambahan Pemilih

"Kalau seperti itu sudah ada indikasi penggelembungan sistematis, dengan membagi suara tambahan secara merata ke sejumlah TPS," kata Djarot di Jakarta, Rabu (16/7).

Menurutnya, kalau jumlah pemilih tambahan di satu desa atau kelurahan itu 2000-an lebih, patut diduga ada penggelembungan sistematis. "Ini Perlu diverifikasi," tegasnya.

Karenanya, Djarot memastikan pihaknya mengirim tim khusus yang akan menginvestigasi keanehan tersebut.

"Kami juga meminta Panwaslu harus proaktif menginvestigasi. Karena jaman sudah terbuka. Ada kejanggalan itu, panwas harus proaktif, ada apa kejadiannya sehingga terjadi seperti itu," papar Djarot.

Selain di Rancaekek, juga ditemukan puluhan data C1 bermasalah seperti yang bisa dilihat di website resmi KPU.

Data yang bermasalah itu adalah kolom jumlah kosong di TPS 4, Selabatu, Cikole, Kota Sukabumi; di TPS 7, Tanah Baru, Beji, Depok; di TPS 25, Jatiwarna, Pondok Melati, Bekasi; di TPS 39, Ciangsana, Gunung Putri, Bogor; di TPS 01, Rancaekek Wetan, Rancaekek, Kabupaten Bandung; di TPS 12, Sumur Bandung, Kebon Pisang, Kota Bandung; dan TPS 21, Pakarsari, Cibinong, Bogor.

Lalu penjumlahan yang salah di TPS 4, Gegerkalong, Sukasari, Kota Bandung; TPS 13, Ciriung, Cibinong, Bogor; TPS 4, Ledeng, Cidadap, Kota Bandung; TPS 32, Kota Batu, Ciomas, Kabupaten Bogor; TPS 3, Ciriung, Cibinong, Bogor; dan TPS 33, Ciriung, Cibinong, Bogor.

Ada juga formulir C1 yang anggota penyelenggara kurang di TPS 8, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok. TPS yang saksinya kurang di TPS 9, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok; di TPS 92, Mekarsari, Cimanggis, Depok.

JAKARTA - Hasil penelusuran atas kejanggalan atau keanehan formulir C1 pemilihan presiden 2014 yang berasal dari sejumlah tempat pemungutan suara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News