JPNN.com

Tingkatkan Layanan, Mandiri Utama Finance Perpanjang Kerja Sama dengan Dukcapil

Selasa, 16 Juli 2019 – 18:03 WIB Tingkatkan Layanan, Mandiri Utama Finance Perpanjang Kerja Sama dengan Dukcapil - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mandiri Utama Finance (MUF) bersama 13 lembaga pembiayaan lainnya, Selasa (16/7), melakukan penandatanganan kerja sama dengan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hal itu dilakukan dalam rangka peningkatan layanan kepada nasabah. Kerja sama memungkinkan akses pemanfaatan nomor induk kependudukan (NIK), data kependudukan dan KTP elektronik (KTP el).

BACA JUGA: MUF Buka Layanan Kredit Mobil Berbasis Syariah

Ada 3 jenis pemanfaatan data penduduk yang dapat diakses oleh lembaga keuangan yang sudah bekerja sama, yaitu, data agregat, meliputi himpunan data perseorangan yang berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Pemadanan atau pencocokan data dan Akses data penduduk berdasarkan nama, alamat dan NIK.

Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Gunawan mengatakan, kerja sama pemanfaatan data kependudukan dengan lembaga pengguna merupakan program strategis pemerintah.

Dia berharap dengan adanya kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pihak, baik bagi Kemendagri dalam melengkapi basis data kependudukan mengenai transaksi keuangan dan memberikan kemudahan verifikasi data bagi lembaga keuangan. Data base kependudukan menjadi lebih tertata dan terdata secara detail.

Mandiri Tunas Finance sendiri sudah memasuki tahun ke-2 dalam pemanfaatan kerja sama tersebut. Tentu banyak hal positif yang dirasakan MUF.

"Kerja sama ini merupakan perpanjangan, ini tahun kedua kami bekerja sama dengan Dukcapil. Melalui pemanfaatan data NIK, KTP-el dan data kependudukan yang bisa kami akses, tentu banyak hal positif yang kami dapat," kata Direktur Utama MUF, Stanley Setia Atmadja, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (16/7).

Kerja sama ini, lanjut Stanley, memungkinkan kami untuk lebih kuat menyaring nasabah-nasabah yang nakal. "Paling tidak kami bisa tahu data calon pembiayaan kami asli atau tidak, itu bisa dilihat dari KTP mereka asli atau palsu." (mg8/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...