Tingkatkan Produk Hortikultra, Kementan Dukung Industri Pertanian Gunakan Teknologi Ini

Tingkatkan Produk Hortikultra, Kementan Dukung Industri Pertanian Gunakan Teknologi Ini
Pengeringan cabai menggunakan teknologi Tunnel Dehidrator. Foto: dok Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Ditjen Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari mengatakan mendukung para industri pertanian untuk menggunakan berbagai teknologi agar bisa meningkatkan nilai tambah produk hortikultura.

Menurut dia, dengan naiknya nilai tambah produk hortikultura diyakini mampu menyokong perekonomian nasional.

Salah satunya adalah menumbuhkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang diharapkan mampu menaikkan posisi petani dan pelaku usaha hortikultura.

“Kita ketahui bahwa arah kebijakan pembangunan adalah meningkatkan daya saing produk hortikultura melalui peningkatan produksi dan produktivitas," kata Retno dalam siaran persnya, Minggu (19/9).

Retno menambahkan untuk produktivitas saat ini para petani masih menggunakan benih unggul.

Namun dari sisi penggunaan pupuk, Retno menyarankan agar petani menggunakan biopestisida sebagai pupuk organik dan tidak menggunakan pupuk kimia.

Itu menjadi salah satu poin peningkatan daya saing yang bisa disejajarkan dengan produk impor.

Selain itu, Retno menyarankan agar industri pertanian menggandeng lembaga riset yang memiliki teknologi andalannya untuk diterapkan dalam proses produk hortikultura.

"Dengan demikian petani atau UMKM yang melakukan pengolahan produk hortikultura juga merasa nyaman karena tahu sudah ada pasarnya dengan jaminan harga yang menguntungkan,” terang Retno.

Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Retno Sri Hartati Mulyandari mengatakan mendukung para industri pertanian untuk menggunakan berbagai teknologi agar bisa meningkatkan nilai tambah produk hortikultura.