Tiongkok Minta Amerika Jujur soal Virus Corona

Selasa, 28 April 2020 – 21:29 WIB
Tiongkok Minta Amerika Jujur soal Virus Corona - JPNN.com
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang memberikan keterangan pers di Beijing, Selasa (7/1). Foto: ANTARA/HO-MOFA/mii

jpnn.com, BEIJING - Tiongkok prihatin melihat minimnya kepercayaan masyarakat Amerika Serikat terhadap kemampuan pemerintah mereka sendiri dalam mengatasi virus corona.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang mengatakan, banyak orang di AS mempertanyakan apakah pemerintah setempat telah merespons wabah ini secara tepat dan efektif.

"Mereka ingin meluruskan fakta, kapan kasus pertama terjadi di Amerika Serikat? Apakah pemerintah AS menyembunyikan sesuatu? Mengapa mereka begitu mati-matian mencari kesalahan negara-negara lain dan organisasi internasional?" ujar Geng dalam jumpa pers.

Pada 4 April lalu, Washington Post menerbitkan sebuah artikel yang memberikan gambaran luas tentang bagaimana dan mengapa pemerintah AS menangani epidemi dengan buruk pada tahap awal.

Pada 13 dan 19 April saat jumpa pers Gedung Putih, wartawan CBS dan CNN mempertanyakan keterlambatan respons pemerintah AS terhadap COVID-19 ketika mereka sudah mengetahui risiko potensial dari penyebaran global virus itu.

Pada 14 April, The Atlantic dalam sebuah artikel menyebutkan bahwa alasan utama merebaknya kasus infeksi secara besar-besaran di AS adalah kurang kuatnya langkah pemerintah.

Pada 21 April, Los Angeles Times melaporkan bahwa berdasarkan hasil autopsi yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan Santa Clara County, kasus kematian pertama akibat virus corona sebenarnya terjadi pada 6 Februari, hampir satu bulan lebih awal dari versi resmi pemerintah. Para pejabat Santa Clara juga mengatakan bahwa warga California mungkin telah terinfeksi sejak Desember tahun lalu.

"Kami berharap pemerintah AS dapat secara tepat waktu menanggapi kekhawatiran masyarakatnya sendiri dan komunitas internasional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga dapat diundang untuk membantu meninjau proses ini," kata Geng.

Sumber Xinhua

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...