TKA China Bentrok dengan Pekerja Lokal di Morowali Utara, Bupati Singgung Provokator

TKA China Bentrok dengan Pekerja Lokal di Morowali Utara, Bupati Singgung Provokator
Bupati Morut Delis Julkarson Hehi (kiri) bersama Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi (kanan) pada rapat pertemuan beberapa waktu lalu di Kolonodale. ANTARA/HO/-MCDD Morut.

Dalam situasi bentrokan itu, katanya, ada oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan perusakan dan penjarahan di asrama karyawan TKI putri.

Bupati Delis telah memerintahkan kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Morut untuk mengumpulkan ormas-ormas agar memiliki kesatuan pemahaman serta pernyataan yang benar terkait peristiwa itu.

Dia juga meminta camat Petasia Timur dan para kepala desa mengumpulkan warganya dan meminta jangan terpancing provokasi yang dilakukan oknum-oknum untuk menimbulkan kekacauan.

Bentrokan TKA dengan pekerja lokal di kawasan PT GNI dikabarkan menewaskan dua orang, satu TKA dan seorang TKI, serta kerugian material yang cukup besar.

Selain itu juga terjadi penjarahan di asrama TKI putri serta pembakaran aset perusahaan.

Pascakejadian, sekitar 70 orang telah ditahan polisi yang diduga terkait aksi anarkistis tersebut untuk diproses hukum.

Direktur Intelkam Polda Sulteng dan Sekda Morut Musda Guntur didampingi Kasatpol PP Morut Buharman Lambuli telah melakukan pertemuan dengan manajemen PT. GNI untuk membahas kerusuhan itu.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh kapolres Morut dan dandim Morowali dan Morowali Utara.

Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi sebut ada provokator di balik bentrok TKA China dengan pekerja lokal (TKI) di smelter PT GNI.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News