TKI Sampang Terancam Mati, Orang Tua Histeris

Sang Ibu Sebut Sakit Jiwa sejak Lahir

TKI Sampang Terancam Mati, Orang Tua Histeris
TKI Sampang Terancam Mati, Orang Tua Histeris
SAMPANG - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sampang, Moh. Padliyadi alias Hapikari, 39, terancam hukuman mati di Malaysia. TKI asal Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang, tersebut diduga terlibat pembunuhan di negeri jiran.

Kabar itu telah diketahui orang tua Hapikari, Mugerip, dan Sahriyeh pada Rabu (12/6). Informasi tersebut disampaikan sejumlah kolega di Malaysia. Kedatangan tim dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Permai Johor, Malaysia, Sabtu lalu (15/6) menguatkan hal itu. Didampingi petugas KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Johor, tim RSJ Permai menemui Mugerip dan Sahriyeh di rumah. Mereka dikawal petugas Dinsosnakertrans Sampang beserta aparat desa dan kecamatan.

Kedatangan mereka langsung disambut histeris pasangan suami istri (pasutri) tersebut. Bahkan, Sahriyeh tidak henti menangis saat mendengar kabar mengenai ancaman hukuman mati terhadap putranya itu. Sahriyeh pun berkali-kali menyatakan bahwa anaknya tidak mungkin membunuh secara sadar. Sebab, anaknya menderita gangguan jiwa. ""Anak saya menderita gangguan jiwa. Dia pasti tidak sadar membunuh,"" ujar Sahriyeh dalam bahasa Madura.

Dia maupun Mugerip tidak mengetahui pasti di mana posisi Padliyadi alias Hapikari. Karena itu, mereka kaget begitu mendengar anaknya terancam hukuman mati karena diduga membunuh. ""Anaknya pendiam. Dia sering merenung dan menyendiri,"" tuturnya sambil gemetaran saat berbicara.

SAMPANG - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sampang, Moh. Padliyadi alias Hapikari, 39, terancam hukuman mati di Malaysia. TKI asal Desa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News