TNI AL Ungkap Penyeludupan dengan Modus Manipulasi Manifest

TNI AL Ungkap Penyeludupan dengan Modus Manipulasi Manifest
Anggota Marinir dan Lanal Batam memeriksa empat kontainer yang berisi daging ilegal dan sosis asal Australia di Pelabuhan Roro Sekupang, Kamis (15/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos/jpg

jpnn.com, BATAM - BATAM

Tim gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) berhasil mengagalkan penyeludupan barang ilegal berupa daging sapi beku dan sosis ayam dari Singapura menuju Batam, Rabu (14/3).

Perwira Pelaksana Komandan Lanal Batam, Letkol Laut (P) Mandri Kartono, mengatakan saat melakukan patroli, pihaknya mencurigai satu kapal LCT Niaga Martino Foods yang berangkat dari Jurong, Singapura di Perairan Sambu, Kecamatan Belakangpadang, Batam.

Selanjutnya, kapal yang mengangkut 13 kontainer tersebut diamankan lalu dilakukan pengecekan terhadap muatan kontainer.

"Setelah dilakukan pengecekkan ternyata barang tidak sesuai dengan manifest yang dilampirkan yakni kentang beku," jelas Mandri, Kamis (15/3).

Empat kontainer tersebut memuat total daging sapi beku mencapai 36 ton dan sosis ayam sebanyak 15 ton. Seluruh barang tangkapan tersebut digiring kembali ke pelabuhan PSB untuk selanjutnya diserahkan ke Bea Cukai diproses.

Mandri mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan upaya untuk menjaga NKRI dari masuknya barang-barang penyelundupan lainnya ke Kepri.

"Siapa yang tahu besok manifestnya kentang tapi isinya sabu. Berkaca dari kasus sebelumnya kami harus meningkatkan pengamanan di laut karena Batam adalah daerah rawan tindakan seperti ini," ujarnya.

Tim gabungan WFQR Lantamal dan Lanal Batam berhasil mengagalkan penyeludupan barang ilegal berupa daging sapi beku dan sosis ayam dari Singapura menuju B

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News