Selasa, 18 Juni 2019 – 08:38 WIB

TNI Diserang dengan Kekuatan Tidak Berimbang di Nduga, Papua

Jumat, 08 Maret 2019 – 07:25 WIB
TNI Diserang dengan Kekuatan Tidak Berimbang di Nduga, Papua - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum), yang sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans-Papua Wamena - Mumugu di Kabupaten Nduga mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kabupaten Nduga, Kamis (7/3/2019) sekitar pukul 08.00 WIT.

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Sisriadi mengatakan Pasukan TNI Satgas Gakkum berkekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan, tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.

BACA JUGA: KKSB Berulah Lagi, Kali Ini Tebar Ancaman

“Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan, dan berhasil memukul mundur kelompok KKSB sampai menghilang ke dalam hutan belantara,” kata Sisriadi dalam keterangan persnya, Kamis (7/3).

Akibat serangan tersebut menyebabkan 3 orang prajurit gugur sebagai kusuma Bangsa yakni Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Sementara dari pihak KKSB, prajurit TNI berhasil merampas 5 (lima) pucuk senjata milik KKSB (jenis masih dalam penyelidikan), ditemukan satu orang mayat (identitas dalam penyelidikan), dan diperkirakan setidaknya 7-10 orang anggota KKSB juga tewas namun mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya.

Pukul 15.00 WIT, dua unit helly jenis Bell tiba dari Timika untuk melaksankan evakuasi korban prajurit yang gugur, namun sebelum mendarat helly tersebut kembali mendapatkan serangan dari KKSB, pasukan TNI membalas tembakan baik dari udara maupun dari darat sehingga helly berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman.(fri/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar