JPNN.com

Tokoh FPI Tak Hadir, Polisi Tak Mau Pusing, Langsung Gelar Perkara

Selasa, 24 November 2020 – 19:15 WIB
Tokoh FPI Tak Hadir, Polisi Tak Mau Pusing, Langsung Gelar Perkara - JPNN.com
Pendukung Habib Rizieq Shihab berjubel di dekat markas FPI di Petamburan, Selasa (10/11). Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, BANDUNG - Penyidik Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran protokokl kesehatan dalam acara yang dihadiri Imam Besar FPI (Front Pembela Islam) Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Penyidik sudah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol CH Patoppoi menyebut salah seorang anggota FPI kembali tak menghadiri undangan pemeriksaan di Polda Jawa Barat.

"Tidak hadir dan tidak ada keterangan," kata Patoppoi melalui pesan singkat di Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/11).

Yang dimaksud Patoppoi ialah pria berinisial HMA yang disebut sebagai panitia penyelenggara kegiatan Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (13/11) lalu.

Acara itu menyebabkan kerumunan hingga diduga ada pelanggaran protokol kesehatan COVID-19.

Selain itu pada Selasa ini, kata Patoppoi, pihaknya juga mengundang salah seorang panitia penyelenggara lainnya yang berinisial AAS.

Namun, kata Patoppoi, AAS tak kunjung hadir dan belum menyampaikan pemberitahuan halangannya.

Meski begitu, dia menyebut polisi tidak akan melakukan pemanggilan ulang terhadap dua orang tersebut.

Sehingga dugaan pelanggaran protokol kesehatan ini menurutnya akan segera dilakukan gelar perkara.

"Tidak ada pemanggilan ulang, besok akan kami lakukan gelar perkara," kata Patoppoi.

Sementara itu, tiga orang lainnya yang turut diundang pada hari ini yaitu Ketua RW di Megamendung, Kanit Satpol PP Kabupaten Bogor, dan petugas dari Puskesmas di Megamendung, sudah memenuhi panggilan tersebut.

Sebelumnya pada Jumat (20/11), polisi juga mengundang Sekda Kabupaten Bogor, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Ketua RT di Megamendung, Kepala Desa di Megamendung, dan anggota Bhabinkamtibmas. Sejumlah orang itu hadir dengan diperiksa selama 10 jam lamanya.

Bupati Bogor Ade Yasin pun batal hadir karena terkonfirmasi COVID-19.

Sejauh ini, Ade Yasin disebut bakal menjalani isolasi hingga 27 November 2020 di RSPAD. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
tomo