Tokoh Muda Dianggap Sia-siakan Kesempatan

Tokoh Muda Dianggap Sia-siakan Kesempatan
Tokoh Muda Dianggap Sia-siakan Kesempatan
"Ketika Soeharto roboh, mereka ke Cciganjur dan memberikan kekuasaan ke orang tua, Generasi 98 itu generasi yang gagal. Banyak yang idealis tapi masuk dalam oligarki partai," papar Rizal.

Hal yang sama di sampaikan oleh intelek muda Papau, Natalis Pigay. Menurut Natalis, sebenarnya tokoh-tokoh nasional dari golongan tua tidak signifikan pengaruhnya. Namun, sayang tokoh muda yang ada sekarang justru lebih sibuk memperkaya diri mereka sendiri.

"Ada Muhaimin, Anas, Andi Mallarangeng, tapi apa? Mereka terindikasi masalah semua. Ini justifikasi generasi tua untuk menggeser yang muda, kamu generasi muda saya, kasih kesempatan tapi koruptor semua," ucap Natalis.

Natalis juga mengatakan bahwa sejak adanya Sumpah Pemuda, generasi muda sudah digariskan untuk memimpin negara Indonesia. Ia berharap para tokoh muda bisa ikut berlaga pada pemilu presiden tahun 2014 mendatang.

JAKARTA - Perubahan besar yang terjadi di Indonesia selalu dimulai oleh para kaum muda. Mulai dari proklamasi hingga dimulainya era reformasi, kaum

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News