Senin, 20 Mei 2019 – 04:08 WIB

Tokoh Perubahan Republika 2018: Semoga Menginspirasi Pemuda dan Atlet Indonesia

Kamis, 25 April 2019 – 22:43 WIB
Tokoh Perubahan Republika 2018: Semoga Menginspirasi Pemuda dan Atlet Indonesia - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Sesmenpora Harap Tokoh Perubahan Republika 2018 Bisa Memacu Semangat Pemuda dan Atlet Indonesia

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengapresiasi Republika yang mengelar Penganugerahan Tokoh Perubahan Republika 2018 di Gedung Djakarta Theatre XXI, Jakarta Pusat, Rabu (23/4) malam.

Menurutnya, acara penganugerahan tokoh perubahan ini akan memberikan motivasi kepada banyak orang untuk mengikuti jejak-jejak mereka

Lima tokoh yang menerima Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 adalah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Rustamadji, Pengurus Masjid Jogokaryan, Yogyakarta Ustad HM Jazir ASP, Direktur Wahid Institute Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalla.

"Kami sebagai salah satu lembaga pemerintah yang banyak di bantu oleh Republika dalam hal pemberitaan mengapresiasi Republika yang sudah mengelar Acara Penganugerahan Tokoh Perubahan Republika 2018. Acara ini sangat bagus karena kelima tokoh ini mendorong perubahan di berbagai bidang,” ujarnya.

“Acara penganugerahan tokoh perubahan ini akan memberikan motivasi kepada banyak orang untuk mengikuti jejak-jejak mereka. Dan bagi Kemenpora yang menangani pemuda dan olahraga berharap tokoh-tokoh inspiratif ini menjadi pemacu lebih baik lagi ke depannya, terutama bagi para pemuda dan atlet,” tambahnya.

Sementara itu, Komisaris Utama Republika Erick Tohir mengajak semua pihak untuk menjadi tokoh-tokoh selanjutnya yang memberi perubahan bagi Indonesia. "Kami mengajak seluruh elemen untuk menjadi tokoh-tokoh perubahan baru, demi kesejahteraan bangsa Indonesia," jelas Erick.

Dia menilai, persatuan merupakan salah satu syarat sebuah bangsa untuk maju. Maka dari itu, ia mengingatkan masyarakat untuk kembali bersatu dan tak terpecah belah. "Kita harus bisa atasi, karena persatuan menjadi syarat mutlak kita semua, agar negara ini dapat berkembang dan menjadi maju yang dapat diakui dunia internasional," urai Erick.(jpnn)

 

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar