Tokoh Tapteng: Selaku Pemimpin Daerah, Gubernur Sumut Tak Seharusnya Asal Bunyi

Tokoh Tapteng: Selaku Pemimpin Daerah, Gubernur Sumut Tak Seharusnya Asal Bunyi
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Foto: sumutpos.co

Untuk itu, Hasrat kembali berharap kepada gubsu agar menunjukkan sikap kepemimpinannya secara bijaksana dan adil. “Kalau benar di suatu daerah mengalami keterpurukan, seharusnya gubernur membantu daerah tersebut dengan mengalokasikan dana yang signifikan. Bukan malah sebaliknya menjatuhkan daerah tersebut,”katanya.

Kata dia, kalau gubernur kurang baik komunikasinya dengan bupatinya, jangan rakyat yang dikorbankan. Misalnya dalam pengalokasian dana pembangunan Masjid Agung dan Masjid Raya di Tapteng, yang jauh hari sudah disetujui anggarannya di DPRD Sumut tetapi saat Edy Rahmayadi baru saja menjabat sebagai gubernur, anggaran tersebut hilang atau dihapus.

“Kami masyarakat Tapteng akan terus mengusut hilangnya anggaran pembangunan masjid tersebut. Katanya gubernur saat ini gubernur umat, maka seharusnya menunjukkan keberpihannya terhadap umat, jangan hanya mengklaim saja dan justeru menyakiti umat,” tegasnya.

Sementara, Gubsu Edy Rahmayadi mengaku tidak akan membantu Bupati Tapanuli Tengah selama masih dijabat Bakhtiar Ahmad Sibarani. Tetapi Edy menegaskan tetap turun langsung ke masyarakat Tapteng.

“Memang saya tidak mau bantu bupati selama bupatinya dia (Bakhtiar), karena dia tidak sayang sama rakyat, saya akan turun langsung tanpa bupati,” ujar Edy kepada wartawan di aula rumah dinas gubernur, Rabu (18/12).

Edy menyinggung Bupati Tapteng yang tidak pernah hadir di kegiatan yang diundang dirinya. “Tidak ada konflik, saya kan gubernurnya. Anak tidak boleh konflik sama ayahnya. Tetapi, setiap saya panggil, saya undang untuk membicarakan pembangunan, tidak pernah datang,” lanjut Edy.

BACA JUGA: Brigpol Hendra Saut Gugur di Papua, Sang Ibu Ungkap Permintaan Terakhir Almarhum

Edy menjelaskan, dirinya sudah satu tahun lebih mengundang, tetapi menurutnya Bupati Tapteng tidak pernah hadir. “Bayangkan kalau anda tidak pernah datang ke tempat orang tua anda, jangankan dapat sesuatu, doa pun tidak dikabulkan oleh Tuhan,” imbuhnya.(adz)

Pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang menyebut banyak orang miskin di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) karena bupatinya tidak sayang rakyatnya mendapat reaksi dari masyarakat dan meminta gubernur menarik ucapannya.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News