Jumat, 24 Mei 2019 – 18:57 WIB

Tol Probolinggo – Banyuwangi, Meliuk Melewati Punggung Pegunungan dan Tepi Pantai

Senin, 29 April 2019 – 07:00 WIB
Tol Probolinggo – Banyuwangi, Meliuk Melewati Punggung Pegunungan dan Tepi Pantai - JPNN.COM

jpnn.com - Jalan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi) yang ditarget rampung 2020, akan menjadi tol terpanjang di Indonesia. Membentang 171 kilometer dari barat ke timur. Meliuk melewati punggung pegunungan dan tepi - tepi pantai hingga tiba di ujung timur Pulau Jawa.

--

PRESIDEN Joko Widodo menjanjikan menyambungkan Merak di Banten hingga Banyuwangi di Jawa Timur. Banyak orang yang bilang itu sulit diwujudkan. Namun, perlahan mimpi tersebut terus ditapaki.

Hanya dalam kurun waktu empat tahun, tol trans-Jawa tersambung hingga gerbang tol Probolinggo Timur. Total panjangnya hampir 900 kilometer. Tidak heran apabila optimisme pun mencuat. Sebab, kini tinggal menuntaskan ’’potongan kecil’’ Pulau Jawa saja. Dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.

Meski begitu, membangun jalan yang membelah Bumi Blambangan Raya tak semudah membalik telapak tangan. PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (PT JPB), anak perusahaan PT Jasa Marga yang ditugasi membangun jalan tol itu, akan menghadapi banyak tantangan.

BACA JUGA: Keberadaan Tol Malang – Pandaan Percuma jika tak Ada Sinergi 3 Pemda

Bergerak ke timur, selepas Desa Bhinor di Kecamatan Paiton, Probolinggo, tim konstruksi akan dihadang kaki pegunungan Iyang-Argopuro, di samping kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton.

Dulu kawasan tersebut hanyalah tebing yang bertemu lautan. Kemudian, dilakukan ekskavasi secukupnya untuk menyediakan ruang bagi instalasi PLTU dan jalan nasional Surabaya–Banyuwangi. Selebihnya adalah hutan lebat dan perbukitan cadas.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar