Tolak Dijodohkan, Pelajar Gantung Diri

Tolak Dijodohkan, Pelajar Gantung Diri
Tolak Dijodohkan, Pelajar Gantung Diri
SAROLANGUN- Ini peringatan bagi orang tua agar tidak memaksakan kehendak soal perjodohan anak. Di Sarolangun, seorang pelajar bernama Khodijah (17), Warga Kampung Surau Batu RT 12, Desa Penegah, Kecamatan Pelawan nekat bunuh diri hanya gara-gara menolak dijodohkan orang tuanya. Siswi kelas II SMK 7 Sarolangun itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dia menjerat lehernya menggunakan tali dasi sekolah. Perbuatan nekat itu dia lakukan di dalam kamarnya sekitar pukul 07.00 pagi.

Kapolres Sarolangun AKBP Mintarjo melalui Kabag Ops Kompol Eduar Padede, yang didampingi Kasat Reskrim AKP Sunhot Silalahi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, korban pertama kali ditemukan ibunya, bernama Marwi yang awalnya hendak membuka pintu kamar korban, karena saat dipanggil korban tidak menyahut. Ibu korban lalu mencoba masuk, tapi tidak bisa karena terkunci dari dalam. Lalu, kamar korban dibuka secara paksa.

Saat pintu terbuka, Marwi terkejut melihat anaknya tergantung dan tidak bernyawa lagi. Waktu itu korban terlihat menggantung diri dengan mengunakan seutas tali dasi pada lehernya. Sebagian lagi tali disambungkan ke kusen pintu kamar. "Korban kemudian dimakamkan secara baik-baik pada hari itu juga sekitar jam 11.00," tambah Eduard, Jumat (7/5).

Soal penyebab korban mengantung diri, Eduard mengatakan, menurut informasi yang diterima pihak kepolisian dari warga sekitar, korban gantung diri karena tidak mau dijodohkan orang tuanya. "Menurut warga sekitar korban mau dijodohin orang tuanya, dan itu pun tak lama lagi," katanya.

SAROLANGUN- Ini peringatan bagi orang tua agar tidak memaksakan kehendak soal perjodohan anak. Di Sarolangun, seorang pelajar bernama Khodijah (17),

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News