Kamis, 14 Desember 2017 – 22:00 WIB

Tolak Kebijakan AS Melegalkan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 07 Desember 2017 – 11:43 WIB
Tolak Kebijakan AS Melegalkan Penjajahan Israel di Palestina - JPNN.COM

Anggota Komisi I DPR Arwani Thomafi. FOTO: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi merespons Pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan rencana penetapan Yerusalem Sebagai ibu kota Israel.

Menurut Arwani, rencana pemerintah Amerika Serikat menjadikan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel jelas memukul mundur ikhtiar damai yang dirintis oleh berbagai pihak dalam mewujudkan kemerdekaan di Palestina. Rencana tersebut harus ditolak keras karena nyata-nyata bertentangan dengan resolusi legalitas Yerusalem yang merupakan bagian dari Palestina.

“Penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sama saja melegalkan penjajahan Israel terhadap Palestina. Ini harus ditolak karena sikap politik RI yang tertuang dalam konstitusi yakni secara tegas menentang setiap bentuk penjajahan di muka bumi ini,” tegas Arwani dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (7/12).

Arwani yang juga anggota Komisi I DPR RI ini mengatakan sikap RI dalam persoalan Palestina cukup jelas, lugas dan tegas yakni mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap ini tertuang dalam politik luar negeri Indonesia maupun dalam kapasitas sebagai anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang telah menghasilkan "Resolusi Jakarta" dalam KTT Luar Biasa di Jakarta pada tahun 2016 sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, Pidato Presiden AS Donald Trump hanyalah menunjukkan sikap politik populis untuk kepentingan domestik Amerika Serikat. Pidato tersebut sama sekali mengabaikan prinsip-prinsip kesetaraan, kemanusiaan dan perdamaian.

Lebih lanjut, Arwani mengatakan pidato Trump juga membuat stigmatisasi negatif atas perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai sikap ekstremis. Perjuangan Palestina adalah perjuangan kemanusiaan dan penegakan HAM. Jelas, politik luar negeri AS mengabaikan upaya damai yang dirintis di Palestina serta stabilitas di kawasan Timur Tengah.

“Kami mendukung sepenuhnya dan mendorong lebih kuat lagi upaya pemerintah Indonesia melalui Menlu atas ikhtiar penyampaian sikap politik Indonesia khusus merespons rencana penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran Indoneia dalam OKI melalui Wakil Tetap RI untuk OKI yang telah menggelar pertemuan luar biasa di Jedah, Selasa (4/12/2017) khusus merespons rencana AS tersebut.

SHARES
loading...
loading...
Komentar