Tomat Melimpah Ruah tak Ada Pembeli, Dipakai untuk Pakan Sapi

Tomat Melimpah Ruah tak Ada Pembeli, Dipakai untuk Pakan Sapi
Seorang pria menunggu bongkar muat tomat sebelum acara "Tomatina (perang tomat) di Provinsi Sutamarchan di Boyaca, Kolombia, Minggu (2/6/2019). Ilustrasi Foto: ANTARA/REUTERS/LUISA GONZALEZ/TM

Rodarte mengatakan bahwa meskipun situasinya sedikit meningkat selama bulan April, beberapa buruh tani telah kembali ke negara bagian asal mereka di Meksiko selatan dan barat karena kekhawatiran bahwa mereka tidak akan dapat kembali selama karantina wilayah.

Meksiko saat ini berencana untuk melonggarkan langkah-langkah karantina pada akhir Mei.

Namun, Rodarte khawatir krisis akan semakin mendalam jika restoran tetap tutup setelah bulan depan -- saat Baja California dan negara-negara bagian di Meksiko tengah memulai produksi tomat.

"Kami semua berjuang untuk (menjual tomat ke) supermarket, dan yang sudah lama bermitra dengan mereka adalah yang tetap dipakai," kata Rodarte. Ia menambahkan bahwa para produsen terkecil cenderung yang paling terancam.

Bir, alpukat, dan tomat adalah ekspor pertanian utama Meksiko pada 2019, menurut data resmi pemerintah. Ekspor tomat bernilai sekitar dua miliar dolar AS (setara Rp30,3 triliun). Sekitar 70 persen tomat hasil produksi Meksiko dijual ke Amerika Serikat. (Reuters/antara/jpnn)

Para petani tomat tidak bisa menjual produk mereka dampak wabah virus corona COVID-19.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News