Selasa, 20 Agustus 2019 – 09:58 WIB

TPSA Terbakar, Asap Kepung Tiga Kecamatan di Cilegon

Selasa, 06 Agustus 2019 – 22:11 WIB
TPSA Terbakar, Asap Kepung Tiga Kecamatan di Cilegon - JPNN.COM

jpnn.com, CILEGON - Kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten, yang terjadi sejak Sabtu (2/8) pukul 18.00 WIB, masih berkobar sampai Minggu (3/8) malam.

Asap dari kebakaran menyebar sampai ke Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, dan tiga kecamatan yakni Kecamatan Cibeber, Kecamatan Cilegon, dan Kecamatan Citangkil, atau mencapai radius 10 kilometer. Wilayah yang diselimuti asap pekat tampak di Lingkungan Lebak Gebak, Sambi Buhut, dan Larangan, Kelurahan Bagendung.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memberikan instruksi agar warga yang terdampak asap mengungsi ke tempat aman. Sebab, asap kebakaran memiliki kandungan karbondioksida tinggi, sehingga berbahaya jika terhirup dalam waktu yang lama.

“Bara (api) masih ada di dalam tumpukan sampah, sehingga menimbulkan asap pekat. Dini hari tadi (kemarin-red) itu puncaknya, sehingga asap sampai ke tengah kota karena arah angin menuju ke barat,” kata Kepala DLH Kota Cilegon Ujang Iing, usai menghadiri rapat koordinasi dengan industri di Ruang Rapat Wali Kota Cilegon, Senin (5/8).

BACA JUGA: Kebakaran di Tebet Dipicu Rebusan Cilok

Ujang menyatakan, saat ini kebakaran sudah menyebar mencapai 6.000 meter persegi dari luas TPSA Bagendung yang mencapai 5 hektar. Petugas pemadaman mengalami kendala pemadaman karena tidak adanya hidran di lokasi TPSA, dan armada yang diturunkan baik truk pemadam dan truk tangki air hanya masing-masing 2 unit.

“Masih upaya melakukan pemadaman. Ini karena sejumlah kendala. Meski sempat padam dua kali (Sabtu malam dan Minggu dini hari-red), karena bara api masih ada, maka masih menimbulkan kebakaran lagi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, papar Iing, kondisi medan yang sulit juga membuat armada kesulitan menjangkau sejumlah titik api, ditambah asap tebal menghalangi pandangan proses pemadaman para petugas. “Medannya sulit, harus menurun terjal, sehingga jangkauan armada sulit menjangkau sejumlah titik api, sehingga pemadaman tidak efektif,” paparnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar