Trauma, Golkar Biarkan Demokrat Digebuk

Trauma, Golkar Biarkan Demokrat Digebuk
TAK TAKUT - Ketua Departemen Kajian Kebijakan DPP Partai Golkar, Indra J Piliang mengatakan Golakr tidak takut dikeluarkan dari koalisi pada diskusi di Jakarta, Minggu (6/3). Arundono/jpnn
JAKARTA - Partai Golkar ternyata masih menyimpan trauma yang mendalam pada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK). Kala itu, JK yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar dianggap paling banyak bekerja, namun yang mengklaim dan menuai hasil kerja itu adalah Partai Demokrat. Karenanya, meskipun partai beringin itu menjadi bagian kaolisi, tapi Demokrat dibiarkan digebuk.

"Kami trauma terhadap rezim SBY. Makanya dibiarkan digebukin. JK ditipu dengan memilih orang lain sebagai pasangan wakil presiden karena waktu itu masih berpikir untuk tetap pasangan, tidak berpikir pisah," kata Ketua Departemen Kajian Kebijakan DPP Partai Golkar, Indra J Piliang pada diskusi bertajuk " Setgab, Bubar Grak, Jalan" di Jakarta, Minggu (6/3).

Indra menuturkan dari kerja keras JK itulah, citra Partai Demokrat kemudian terdongkrak. Kata dia, dengan modal tujuh persen suara pada pemilu 2004, Demokrat akhirnya menjadi pemenang Pemilu 2009.

Kerja JK saat menjadi Wakil Persiden (Wapres) kemudian diurai Indra. Kata dia, JK dengan keberaniannya menemui buruh yang demonstrasi di Istana, termasuk memasang dada ketika Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikkan harganya. "Golkar bela mati-matian. Tapi sekarang biar kita lihat kemampuannya," katanya.

JAKARTA - Partai Golkar ternyata masih menyimpan trauma yang mendalam pada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK). Kala itu,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News