Tren Perumahan Islami dan Keprihatinan Toleransi

Tren Perumahan Islami dan Keprihatinan Toleransi
Tren Perumahan Islami dan Keprihatinan Toleransi

"Ini seperti ghetto saja, di mana orang terpisah, ini bentuk segregasi dan karena tersegregasi mudah sekali prasangka berkembang."
Tapi alih-alih berakhir, konsep perumahan khusus Muslim seperti ini sedang berkembang pesat dan pengembang properti mendapatkan keuntungan.
Hadid dengan malu-malu mengakui bahwa dia ikut dalam demonstrasi jalanan di Jakarta untuk menyingkirkan gubernur DKI Jakarta-nya yang beragama Kristen, dan juga membuat orang-orang Kristen menjauh dari kompleks perumahannya.
Tapi dia menyangkal ada konservatisme yang berkembang.
"Saya tidak akan menggunakan kata 'konservatif' tapi orang sekarang lebih sadar akan nilai-nilai yang terkait dengan Islam," katanya.
Tren Perumahan Islami dan Keprihatinan Toleransi
Perumahan khusus Muslim di indonesiGated Muslim housing in Indonesia.

ABC News: Ari Wu

Gated Muslim Housing di Indonesia. (ABC News: Ari Wu)

Lihat Artikelnya di Australia Plus


Heni Rahayu, 47 tahun, adalah ibu empat anak yang tinggal di komplek perumahan Muslim di wilayah kota Depok, Jawa Barat. Henny punya alasan tersendiri mengapa ia ingin tinggal di dekat orang Muslim dan hanya Muslim saja.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News