Tunanetra Terancam Tak Nyoblos

Tunanetra Terancam Tak Nyoblos
Tunanetra Terancam Tak Nyoblos
Eko menerangkan, pihaknya tidak bisa gegabah mencetak sebanyak-banyaknya formulir A5. Sebab, secara regulasi, mencetak A5 terlalu banyak tidak diperbolehkan dan bisa menjadi sumber kecurangan. ''Nanti ada parpol yang menuding kalau ada pemilih hantu,'' lanjutnya. Yang jelas, pada prinsipnya, Eko menegaskan bahwa pihaknya sangat berkomitmen bisa memfasilitasi hak konstitusional masyarakat sebaik-baiknya.

Di tempat terpisah, Komisioner KPU Arief Budiman memaparkan bahwa pengadaan template untuk surat suara kaum tunanetra seharusnya tidak dipermasalahkan. ''Sebab, memang tidak ada masalah. Wong sekarang tengah dicetak kok. Masih diproses. Kalau sudah ada, tentu pasti akan kami distribusikan,'' tegasnya.

Sementara itu, belum didistribusikannya surat suara untuk Kota Surabaya membuat KPU Surabaya ketir-ketir. Bahkan, Komisioner KPU Surabaya Eko Waluyo mengungkapkan bahwa pihaknya mengalami kesulitan jika surat suara tidak segera dikirim.

Alasannya, kata dia, hingga H-42 menjelang pemilu legislatif yang diadakan 9 April nanti, KPU Kota Surabaya belum menerima satu pun surat suara. Menurut dia, pencetakan surat suara selesai sekitar 10 Maret mendatang. (ano/ful/mas)

SURABAYA - Sebanyak 38 ribu tunanetra di Jawa Timur (Jatim) terancam tidak bisa memilih para wakil rakyat di DPR dan DPRD. Sebab, hingga kemarin


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News