Turki Akhirnya Terapkan Lockdown, Tetapi Kok Sebentar Banget?

Turki Akhirnya Terapkan Lockdown, Tetapi Kok Sebentar Banget?
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP

jpnn.com, ANKARA - Pemerintah Turki akhirnya menerapkan lockdown untuk meredam penyebaran wabah virus corona. Namun, pembatasan ekstrem ini hanya diberlakukan dua hari.

Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan, lockdown berlaku untuk 31 provinsi, termasuk ibu kota Ankara dan Istanbul. Pembatasan itu akan dimulai pada Sabtu (11/4) tengah malam dan berakhir pada waktu yang sama, Minggu (12/4).

Di negara-negara lain, lockdown biasanya berlaku untuk periode 14 hari dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan.

Sejauh ini Turki telah melaporkan 47.029 kasus virus corona dengan 1.006 kematian. Lonjakan besar terjadi kemarin, Jumat (10/4), setelah 4.700 kasus baru dilaporkan dalam sehari.

Pemerintah setempat telah memproduksi satu juta masker pelindung, 5.000 pakaian medis serta 5.000 liter disinfektan beralkohol setiap pekan.

"Kami telah menggerakkan semua garda kementerian untuk memenangkan pertarungan yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan," kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar.

Dia menambahkan 650 staf dari luar negeri tiba di Turki sejak 1 Maret dan kini sedang menjalani masa karantina. Sementara, 84 staf di antaranya masih dalam observasi. (ant/dil/jpnn)

Pemerintah Turki akhirnya menerapkan lockdown untuk meredam penyebaran wabah virus corona. Namun, pembatasan ekstrem ini hanya diberlakukan dua hari.


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News