Jumat, 19 Juli 2019 – 21:43 WIB

Ujian Teori jadi Syarat Kelulusan Sekolah Kejuruan

Selasa, 26 Januari 2010 – 20:18 WIB
Ujian Teori jadi Syarat Kelulusan Sekolah Kejuruan - JPNN.COM

JAKARTA — Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan Nasional, Joko Sutrisno menegaskan bahwa mata pelajaran kompetensi keahlian teori kejuruan dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran yang akan diujikan di dalam ujian nasional (UN) utama pada jenjang Sekolah Menenag Kejuruan (SMK). Namun demikian soal UN untuk sekolah kejuruan itu tidak akan menyulitkan karena akan disesuakan dengan kompetensi peserta didik.

“Pada pelaksanaan UN sebelumnya, mata uji teori kejuruan merupakan prasyarat untuk melakukan ujian praktek. Namun sekarang akan dijadikan mata uji UN utama,” terangnya di Gedung Kementerian Nasional, Jakarta, Selasa (26/1).
 
Pada pelaksanaan UN SMK tahun pelajaran 2009/2010, terang dia, akan dilaksanakan dengan dua tahap. Yakni, tahap praktik kejuruan dan UN Utama. “Untuk ujian praktek,  dilakukan di masing-masing sekolah dipandu oleh mitra industri, kemudian dilanjutkan  UN Utama yang meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Joko mengatakan, ujian praktik kejuruan termasuk sebagai pembagi rata-rata nilai UN keseluruhan. Dia menyebutkan, nilai minimal lulus untuk ujian praktik kejuruan adalah 7,00. "Total mata uji untuk SMK ada lima," sebutnya.

Joko menambahkan, soal ujian praktik kejuruan dan teori kejuruan dirancang sedemikian rupa dan berlaku secara menyeluruh sesuai standar isi yang disahkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). “Jadi tidak perlu khawatir. Pada prinsipnya, materi secara kurikulum sudah diajarkan dan kita memperhatikan tingkat kemampuan kompetensi siswa. Jadi pasti soalnya juga bukan yang sulit-sulit sekali, tetapi juga bukan soal-soal yang sederhana,” katanya.

Sementara untuk ujian praktik kejuruan, akan dilaksanakan sebelum ujian teori dan dilakukan secara indicidu. Diharapkan ujian teorinya sudah dilaksanakan pada 15 Februari 2010. “Jadi tidak ada lagi ujian grup. Kalau dulu ada ujian proyek kelompok sekarang tidak lagi, supaya kita memang bisa memastikan bahwa anak ini bisa bekerja," katanya. (cha/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar