Ukraina: Pemerkosaan dan Pembunuhan Jadi Senjata Perang Rusia

Ukraina: Pemerkosaan dan Pembunuhan Jadi Senjata Perang Rusia
Seorang wanita membawa kucingnya saat berjalan melewati sejumlah gedung yang hancur oleh serangan bom Rusia, di Borodyanka, Kiev, Ukraina, Selasa (5/4/2022). (REUTERS/ZOHRA BENSEMRA)

“Tidak mungkin membayangkan kengerian yang lebih besar dari itu," kata dia.

Lembaga hak-hak asasi internasional Human Rights Watch (HRW) menurunkan timnya menyisir kota-kota Ukraina yang telah dibebaskan dari pendudukan Rusia.

Mereka mendapati kekejaman pasukan Rusia sesuai dengan laporan Presiden Zelenskiy.

Peneliti senior HRW Andreas Harsono menjelaskan hampir setiap kota dan desa yang sempat dikuasai Rusia menjadi tempat kejadian perkara.

"Pemerkosaan, pembunuhan, dan kematian ada di mana-mana di Ukraina. Human Rights Watch menemukan banyak bukti bahwa pasukan Rusia yang menduduki beberapa kota di Ukraina mengabaikan kehidupan sipil dan prinsip-prinsip dari hukum perangm,” kata Andreas.

Lembaga hak asasi manusia Ukraina La Strada telah menerima banyakj laporan darurat yang menuduh tentara Rusia bertanggung jawab terhadap 9 kasus pemerkosaan yang melibatkan perempuan dan anak-anak.

Presiden La Strada Kateryna Cherepakha mengatakan laporan tersebut hanyalah puncak gunung es yang terlihat.

"Kami tahu dan melihat. Kami ingin Anda mendengar suara kami bahwa kekerasan dan pemerkosaan sekarang digunakan sebagai senjata perang oleh penjajah Rusia di Ukraina," tutur Cherepakha. (mcr9/dailymail/jpnn)

Ukraina menduga pasukan Rusia melakukan ratusan pemerkosaan dan pembunuhan sebagai senjata perang.


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News