JPNN.com

UMKM Makin Maju Berkat Suntikan PEN Bank BJB

Jumat, 22 Januari 2021 – 16:36 WIB
UMKM Makin Maju Berkat Suntikan PEN Bank BJB - JPNN.com
Bank BJB berkontribusi menyalurkan bantuan suntikan dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari pemerintah. Foto: Bank BJB.

jpnn.com, BANDUNG - Gairah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Jawa Barat dan Banten, termasuk di Kota Bandung, di tengah pandemi Covid-19 terus mengalami peningkatan.

Para pelaku UMKM terlihat lebih bersemangat untuk berupaya mendapatkan bantuan suntikan dan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disalurkan pemerintah melalui Bank BJB.

Salah satunya adalah Kopi Seru, yang di tengah mrebaknya wabah Covid-19 dan memukul para pelaku UMKM, mampu menunjukkan kinerja bisnis yang terus meningkat. Bahkan, Kopi Seru berencana melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri.

"Hadirnya bantuan suntikan dana dari Bank BJB membuat usaha saya bukan saja mampu bertahan di tengah pandemi, namun juga makin berkembang sampai ada rencana membuat cabang di luar negeri, tepatnya di Perth, Australia,” kata pemilik Kopi Seru Dave Julian Soepriyadi, di tempat usahanya Jalan Sarimanis, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Dave menyebutkan, sejak dibuka pertama kali pada 2018, Kopi Seru sebetulnya mampu berkembang dengan baik hingga dapat membuka beberapa cabang di Kota Bandung.

Setelah itu, Kopi Seru pun mampu melakukan ekspansi ke luar Bandung seperti Jakarta, Solo, Semarang, bahkan Manado. Namun, kehadiran pandemi Covid-19, sempat membuat usahanya tersendat meskipun tetap mampu bertahan. Padahal, ia sendiri memiliki keinginan untuk membuka usaha lagi ke luar negeri.

Di tengah progres usahanya yang tersendat, Bank BJB hadir memberikan solusi suntikan dana PEN untuk membuat Kopi Seru tetap bertahan dan mampu berkembang lagi. Hal ini membuat semangat Dave tumbuh kembali dan menatap masa depan pengembangan Kopi Seru dengan lebih optimistis.

”Bantuan dari Bank BJB sangat saya butuhkan untuk pengembangan usaha. Karena jika usaha saya berkembang, tentunya akan banyak terdampak juga ke sektor lain," katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...