Umumkan Harga Rights Issue, Saham BBNI Terkoreksi

Umumkan Harga Rights Issue, Saham BBNI Terkoreksi
Umumkan Harga Rights Issue, Saham BBNI Terkoreksi
Angka tersebut sesuai dengan harga jual pemerintah untuk jatah saham rights issuenya yang memang tidak ingin dimiliki.  Direktur Utama PT BNI, Gatot Suwondo, mengatakan pemerintah sebagai pemegang saham terbesar BNI yaitu 73 persen dari 15 miliar saham yang sedang beredar mendapatkan penawaran utama dari saham baru. dan mendapat penawaran dengan harga di bawah yang ditetapkan yaitu senilai Rp 3.000 per lembar.

Karena tidak tertarik memiliki saham baru itu, pemerintah memilih untuk menjual 2,472 miliar lembar saham yang sudah menjadi tawaran itu dengan harga Rp 3.400. "Dengan begitu pemerintah akan meraup keuntungan sebesar Rp 740 miliar, semuanya masuk ke kas negara," ujar Gatot di kantor pusat BNI, kemarin.

BNI menyatakan akan menerbitkan 3.374.716.060 miliar saham baru dengan harga Rp 3.100 per lembarnya. Harga ini akan disodorkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham 25 November nanti.

Gatot mengatakan, rights issue merupakan aksi korporasi murni. Penentuan harga berdasarkan pertimbangan kebutuhan permodalan BNI sebesar Rp 10,4 triliun. Dengan suntikan dana sebesar ini, BNI berharap bisa menggenjot modal inti perseroan (Tier 1 Capital) dari semula 10,2 persen menjadi 16-17 persen. Saham baru ini akan dilisting di BEI pada 10 Desember 2010.

JAKARTA - Harga penerbitan saham baru terbatas atau Rights Issue yang diumumkan senilai Rp 3.100 membuat saham PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News