Minggu, 24 Maret 2019 – 01:36 WIB

Upacara Kewarganegaraan Wajib Digelar Pada Hari Australia

Minggu, 13 Januari 2019 – 20:00 WIB
Upacara Kewarganegaraan Wajib Digelar Pada Hari Australia - JPNN.COM

Pemerintah Federal Australia telah meningkatkan upaya untuk memaksa dewan kota lokal untuk mengadakan upacara kewarganegaraan pada Hari Australia.

Menteri Imigrasi David Coleman telah mengumumkan dirinya akan memperbarui aturan yang mengatur bagaimana upacara kewarganegaraan dilakukan, untuk memastikan mereka diadakan pada 26 Januari atau tepat pada perayaan Hari Australia - Australia Day.

Beberapa dewan kota di seluruh Australia - termasuk Melbourne Yarra dan Darebin - telah dilucuti dari kekuasaan mereka untuk menjadi tuan rumah acara kewarganegaraan setelah memilih untuk memindahkan upacara itu ke hari yang kurang kontroversial.

Dewan Kota Yarra menggantikan upacara kewarganegaraannya dengan sebuah acara untuk "menandai hilangnya budaya Pribumi".

Pemerintah Federal Australia mengatakan setiap pelanggaran terhadap aturan baru itu akan mengakibatkan semakin banyak dewan kota yang kehilangan kewenangannya untuk menjadi tuan rumah upacara kewarganegaraan sepanjang tahun 2019 ini.

"Saat ini tidak ada persyaratan bagi dewan untuk mengadakan upacara kewarganegaraan pada Hari Australia," kata Coleman.

"Tidak ada persyaratan positif bagi mereka untuk melakukan itu dan apa yang kita katakan adalah kita akan menciptakan persyaratan itu."

Perdana Menteri Australia Scott Morrison membantah bahwa upacara kewarganegaraan adalah masalah yang tidak dipedulikan oleh kebanyakan orang. Sebaliknya ia mengatakan bahwa ia menegaskan pendapatnya tentang bagaimana Hari Australia harus dihormati.

"Apakah masalah ini seharusnya dianggap tabu, begitu kah? Kita tidak seharusnya membicarakannya?" kata Scott Morrison.

"Kami selalu diberitahu oleh orang-orang bahwa Anda tidak dapat membicarakan hal ini, Anda tidak dapat membicarakan hal ini. Saya tegaskan saya sedang membicarakannya.

"Saya pikir orang ingin Hari Australia tetap menjadi Hari Australia, ini untuk semua penduduk Australia."

PM Scott Morrison juga meminta masyarakat untuk menghormati aturan berbusana di upacara kewarganegaraan dengan mengatakan adalah tidak masalah untuk "memakai celana pendek dan sandal jepit di acara barbekyu" tetapi masyarakat dihimbau untuk berpakaian secara pantas ketika datang ke acara formal

Dewan kota akan memiliki kesempatan untuk memberikan tanggapan tentang perubahan yang diusulkan seputar penyelenggaran upacara kewarganegaraan ini.

Pimpinan Oposisi Federal, Bill Shorten, mengatakan motif di balik pengumuman proposal semacam itu sudah jelas.

"Pemerintah berusaha sedikit bermain politik," katanya.

"Itulah yang dilakukan kaum konservatif untuk menjaga pendukung mereka tetap bahagia, membicarakan hal ini.

"Ada 537 dewan di Australia, sekitar 530 dari mereka sudah menyelenggarakan upacara kewarganegaraan pada Hari Australia."

Tetapi Bill Shorten mengatakan partainya akan mempertimbangkan rincian proposal.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

Ikuti berita-berita lainnya dari situs ABC Indonesia.

 
SHARES
Komentar