Usung Risma-Djarot, PDIP Diprediksi Bakal Rugi

Usung Risma-Djarot, PDIP Diprediksi Bakal Rugi
JALAN BARENG: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berjalan-jalan di Taman Harmoni, Keputih, Surabaya, Minggu (1/5). Foto: Radar Surabaya

jpnn.com - JAKARTA - Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow menilai, PDIP Perjuangan akan mengalami kerugian politik pada pemilu 2019, kalau benar-benar mengusung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Baik itu di Surabaya, Jakarta maupun secara nasional.

Pasalnya, Risma belum lama terpilih dan dipilih secara langsung oleh rakyat Surabaya untuk memimpin mereka hingga lima tahun ke depan. 

"Jika pencalonan Risma dipaksakan oleh PDIP, maka partai akan mengalami kerugian politik yang besar dan ini bisa berakibat kurang baik bagi suara PDIP pada pemilu berikutnya," ujar Jeirry kepada JPNN, Selasa (3/5).

Jeirry menyarankan, PDIP sebaiknya belajar dari pengalaman masa lalu. Di mana perlu lebih hati-hati mengambil kebijakan partai yang melawan kehendak rakyat.

Saat ditanya bagaimana kalau nantinya Risma dipasangkan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Jeirry melihat kondisinya juga cukup sulit bagi PDIP. terutama untuk menentukan siapa yang menjadi calon gubernur dan siapa calon wakil gubernur.

"Jadi memang sulit sekali situasi ini bagi PDIP. Sebab fenomena Ahok ini memang unik. Meskipun Ahok banyak sekali kekurangan dan kelemahan yang secara nyata bisa disaksikan, tapi publik Jakarta menaruh simpati dan menyukainya," kata Jeirry.

Menurut Jeirry, Ahok memang sering kasar dan mungkin juga kejam terhadap para pejabat, partai dan elit politik. Bahkan terhadap rakyat. Tapi anehnya, banyak orang masih menyukainya. 

"Ahok memang bukan figur yang ideal untuk seorang kepala daerah, untuk seorang pemimpin, tapi sejauh ini rakyat menilai dan menganggap Ahok masih pantas untuk pimpin Jakarta. Untuk itu memang partai seperti PDIP harus betul-betul bijak dan berhati-hati dalam mengambil keputusan," ujar Jeirry.(gir/jpnn)



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News