Vaksin Covid-19, tak Kenal Maka tak Kebal

Vaksin Covid-19, tak Kenal Maka tak Kebal
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Widodo Muktiyo saat diskusi membahas mengenai vaksin Covid-19. Foto tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya memberikan pemahaman terkait pentingnya vaksin kepada masyarakat.

Pasalnya, berdasarkan data survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), yang dirilis pada Oktober 2020, menunjukan masih ada sekitar 7,6 persen masyarakat yang menolak divaksinasi.

Kemudian sebanyak 26,6 persen masyarakat belum memutuskan dan masih bingung.

“Dari data ini sebetulnya kami masih harus meningkatkan pemahaman masyarakat agar yang belum tahu menjadi tahu dan bersedia mendapatkan vaksin, serta yang menolak kemudian bergeser menjadi mau divaksinasi,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Kamis (3/12).

Di sinilah kemudian pentingnya peran para pihak, lanjut Widodo untuk ambil bagian dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin Covid-19, terutama bagi masyarakat yang tak terjangkau oleh profesional dan infrastruktur, yakni masyarakat yang berada di wilayah 3T (tertinggal terdepan dan terluar).

Peran ini khususnya diemban oleh Penyuluh Informasi Publik (PIP) di wilayah penugasannya masing-masing.

PIP akan dibekali wawasan dan pengetahuan yang mumpuni terkait kegunaan vaksin, baik secara umum maupun khusus mengenai vaksin Covid-19, termasuk tahapan pembuatan vaksin dan pendistribusiannya

Widodo membeberkan, ada banyak isu-isu lain yang mempengaruhi informasi mengenai vaksin Covid-19 seperti faktor keamanan vaksin, faktor kehalalan dan sebagainya.

Salah satu tagline yang digunakan pemerintah untuk mengkampanyekan vaksin Covid-19 adalah 'Tak Kenal Maka Tak Kebal'.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News