Venezuela Ledakkan Jembatan di Perbatasan

Venezuela Ledakkan Jembatan di Perbatasan
LINTAS - Dua warga Kolombia berjalan melintasi sungai, di sisi jembatan penyeberangan yang sudah dihancurkan tentara Venezuela, di salah satu lokasi perbatasan kedua negara. Foto: Stringer/Colombia/Reuters.
BOGOTA - Ketegangan antara dua negara bertetangga, Venezuela dan Kolombia, kian meningkat setelah pihak Venezuela meledakkan setidaknya dua jembatan yang mereka sebut kerap digunakan kaum milisi dan para penyelundup. Kedua jembatan untuk pejalan kaki yang berada di perbatasan dengan Kolombia itu, dilaporkan diledakkan oleh militer Venezuela.

Seperti diberitakan situs The Guardian, Jumat (20/11) sore, para prajurit Venezuela menghancurkan kedua jembatan, dengan alasan bahwa fasilitas itu lazim digunakan oleh kelompok milisi ilegal serta para penyelundup narkoba. Setidaknya, demikian keterangan yang diberikan oleh Eusebio Eguero, salah seorang jenderal tentara yang berbasis di kota perbatasan, Tachira.

"Keduanya adalah jembatan berukuran (lebar) dua kaki. Jembatan-jembatan itu biasa dipakai oleh pasukan paramiliter, menjadi jalur penyelundupan bensin dan obat-obatan terlarang, serta tempat masuknya kelompok pemberontak. (Jembatan itu) tidak termasuk dalam perjanjian internasional manapun," ujar Eguero.

Kolombia sebaliknya, kontan menyebut tindakan tetangganya tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, yang dapat memperparah krisis diplomatik antara kedua negara. Menteri Pertahanan Kolombia, Gabriel Silva, menyatakan bahwa pemerintahnya akan mengirimkan komplain ke PBB dan organisasi negara-negara benua Amerika atas tindakan yang mereka sebuah sebagai "agresi" tersebut.

BOGOTA - Ketegangan antara dua negara bertetangga, Venezuela dan Kolombia, kian meningkat setelah pihak Venezuela meledakkan setidaknya dua jembatan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News