Viral Restoran Jual Makanan Tak Sesuai Harapan Pembeli, Ternyata Begini Bentuk Bangunannya

Sabtu, 12 Juni 2021 – 23:39 WIB
Viral Restoran Jual Makanan Tak Sesuai Harapan Pembeli, Ternyata Begini Bentuk Bangunannya - JPNN.com
Video yang beredar di media sosial seorang pelanggan yang kecewa dengan menu makanan tak sesuai ekspektasi. Restorannya saat dilihat juga bikin syok. Foto: Tangkapan layar video Instagram @kdeviana

jpnn.com, SURABAYA - Seorang pelanggan layanan antarmakanan di Kota Surabaya mengungkapkan rasa kekesalannya terhadap restoran-restoran yang tak sesuai wujud aslinya atau palsu. 

Restoran tersebut diketahui menggunakan menu makanan terkenal untuk menarik pelanggannya. Namun, setelah pesanan diterima, ternyata tak sesuai ekspektasi. 

Dia menyebutkan ada sebanyak tujuh ponsel yang diduga digunakan untuk membuat 14 akun dalam merchant ojek online tersebut. 

Hal itu dibongkar akun Instagram @kdeviana. Dia merekam video mendatangi restoran yang dinilai abal-abal itu. 

Awalnya perempuan itu memesan nasi pecel seharga Rp95 ribu untuk lima porsi. Namun, barang yang datang berbeda jauh dengan menu yang ada di foto. 

"Kelihatannya makanannya enak-enak, tetapi datangnya kayak gini. Harganya juga enggak masuk akal," ujarnya dalam video, Sabtu(11/6).

Dia pun kesal dan kecewa sampai mendatangi restoran yang rupanya hanya sebuah rumah biasa dengan pintu yang tertutup separuh. Tempat tersebut terlihat kurang bersih. 

"Saya juga menemukan beberapa restoran dengan nama yang berbeda, tetapi alamatnya sama, ya, di sini ini. Dia juga pakai nama restoran yang terkenal-terkenal seperti Pecel Dharmahusada sama Bebek Purnama," ucap dia.

Video itu pun menjadi viral dan direspons ratusan warganet saat diunggah kembali akun @_sadfood hingga @lambe_turah.

Sementara itu, pihak kepolisian yang sudah mengetahui hal itu saat ini sedang melakukan penyelidikan.

"Sudah monitor, saat ini sedang kami lidik," ujar Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Ryzki.

Saat ini polisi berusaha menghubungi pemilik akun yang membongkar aksi restoran itu untuk membuat laporan. Kasus itu tak bisa ditindaklanjuti jika tak ada laporan dari korban secara langsung.

"Kasus perlindungan konsumen itu termasuk delik aduan yang tak bisa menggunakan laporan polisi tipe A. Jadi, kami butuh laporan langsung," pungkas Arief. (mcr12/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...