Visi-Misi Calon Kepala Daerah Amburadul

Minta Masyarakat Awasi Janji Kandidat saat Kampanye

Visi-Misi Calon Kepala Daerah Amburadul
Visi-Misi Calon Kepala Daerah Amburadul
JAKARTA - Masyarakat harus lebih ketat mengontrol visi-misi yang diusung para calon kepala daerah dalam pilkada. Sebab, tak jarang, janji-janji manis yang dijual saat berkampanye menyimpang dari blueprint pembangunan daerah. Itu perlu dicermati, mengingat sepanjang 2010 ini berlangsung 244 pilkada.

"Malah terkadang visi-misinya sama sekali tidak mencerminkan potensi riil daerah," kata peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif Hidayat dalam talk show Musrembangnas 2010: Seremonial atau Kesungguhan Mendorong Sinergi Pusat Daerah di gedung DPD kemarin (30/4).

Menurut Syarif, pada umumnya visi-misi calon kepala daerah disusun konsultan yang bekerja sesuai pesanan. Kondisi itu memang sulit terhindarkan. Untuk menyaringnya, berbagai elemen masyarakat harus diundang dalam pemaparan visi-misi calon kepala daerah di DPRD.

"Masyarakat yang nanti menilai langsung apakah visi-misi itu sudah merujuk pada kepentingan nasional dan daerah atau tidak," ujarnya. Selama ini, imbuh dia, biasanya pemaparan visi-misi hanya bersifat monolog di DPRD. "Yang hadir paling hanya anggota dewan," kata Syarif.

JAKARTA - Masyarakat harus lebih ketat mengontrol visi-misi yang diusung para calon kepala daerah dalam pilkada. Sebab, tak jarang, janji-janji manis

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News