Wabah Difteri Meluas, Legislator PKS Waswas

Wabah Difteri Meluas, Legislator PKS Waswas
Petugas medis di Deiyai memberi vaksin ke anak-anak. Foto: Fransiskus Bobii For Cenderawasih Pos

jpnn.com - Anggota Komisi IX DPR  Ahmad Zainuddin menyatakan, jumlah warga terserang penyakit difteri terus bertambah. Wilayah dengan status kejadian luar biasa (KLB) difteri pun meluas menjadi 28 provinsi. 

Menurut Zainuddin, penanganan wabah difteri harus dievaluasi. Sebab, wabah difteri yang sudah berlangsung lebih dari sebulan ini terus meluas dan korbannya semakin  bertambah. 

"Kami semua prihatin, wabah ini belum juga berkurang. Karenanya penanganan difteri harus terus dievaluasi agar semakin baik dan efektif," ujar Zainuddin, Senin (25/12).

Politikus PKS itu menilai upaya pemberantasan wabah difteri selama ini belum efektif karena terkesan hanya dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Padahal,  semua pemangku kepentingan harusnya terlibat aktif.

Lembaga negara baik kementerian maupun non-kementerian, institusi swasta hingga tokoh-tokoh masyarakat, secara terintegrasi harus ikut serta dalam pemberantasan difteri.  Dia mencontohkan, pemberian vaksin anti-difteri adalah domain dari Kemenkes.

Namun, upaya sosialisasi, mobilisasi masyarakat dan pencegahan dapat dilakukan pihak lain. Karena itu Zainuddin mengharapkan Presiden Joko Widodo memberi perhatian serius pada persoalan tersebut.

"Saya melihat presiden belum terlalu concern soal ini. Padahal Indonesia sekarang terbanyak kedua penderita difteri di dunia setelah India, dan terbesar dalam sejarah kita sejak tahun 1945," imbuhnya. 

Jumlah kasus difteri meningkat hingga 600 kasus dan 40 di antaranya meninggal dunia. Wilayah yang ditetapkan status KLB difteri juga bertambah menjadi 28 provinsi.(boy/jpnn)


Jumlah warga terserang penyakit difteri terus bertambah. Wilayah dengan status kejadian luar biasa (KLB) difteri pun meluas menjadi 28 provinsi.


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News