Kamis, 19 Oktober 2017 – 10:27 WIB

Wagub Sumbar: Produksi Kedelai Sumbar Anjlok

Senin, 09 Oktober 2017 – 03:59 WIB
Wagub Sumbar: Produksi Kedelai Sumbar Anjlok - JPNN.COM

jpnn.com, SOLOK - Usaha kecil tempe dan tahu di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini sedang tumbuh dengan baik. Sayangnya, produksi kedelai di daerah ini dari tahun ke tahun turun drastis.

Bahkan, produksi kedelai lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan daerah itu sendiri.

Suplai bahan baku kedelai lokal sangat minim, sehingga harus mendatangkan dari luar daerah atau bahkan melalui mekanisme impor.

”Sumbar punya 18 industri pengolahan tahu dan tempe. Sayangnya, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, didatangkan kedelai dari Jambi, Riau dan Medan. Padahal, lahan pertanian kita juga bisa ditanami kedelai,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit ketika mencanangkan tanam kedelai serempak di Kabupaten Solok Selatan, kemarin.

Diakui Nasrul, tanaman kedelai di Sumbar masih cenderung dianggap kurang menarik oleh sebagian petani. Sebab, tanaman kedelai memerlukan air yang cukup selama masa pertumbuhannya. Sedangkan kondisi lahan di Sumbar, tidak semuanya dapat menyuplai air yang cukup.

”Catatan kami, produksi kedelai Sumbar per hektarenya berkisar dari 1,15 hingga 1,32 ton. Sedangkan di luar negeri, bisa mencapai 2,3 hingga 3 ton/hektarenya. Ini yang perlu kita tingkatkan,” sebut Nasrul Abit.

Saat ini, Sumbar diamanahkan oleh Pemerintah Pusat untuk membantu swasembada kedelai nasional dengan target luas lahan produksi 15 ribu hektare dengan perkiraan hasil panen mencapai 18 ribu ton per tahun.

Menurutnya, target tersebut cukup berat untuk direalisasikan. Namun, upaya tetap harus dilakukan, agar kebutuhan kedelai Sumbar tidak lagi bergantung pada daerah lain. Target tersebut, juga untuk mendorong perluasan areal kedelai yang saat ini hanya sekitar 296 hektare.

SHARES
loading...
loading...
Komentar